April 1, 2026

229 Meriam Karbit Siap Menggema di Tepian Kapuas, Wali Kota Ajak Warga Jaga Tradisi dan Keselamatan

0
WhatsApp Image 2026-03-13 at 17.07.49

KATAKALBAR — Tradisi permainan rakyat Meriam Karbit kembali akan menggema di tepian Sungai Kapuas menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebanyak 229 meriam karbit dipastikan siap memeriahkan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kota Pontianak.

Ratusan meriam tersebut tersebar di 37 titik atau kelompok yang berada di sepanjang tepian Sungai Kapuas. Tradisi ini setiap tahun menjadi salah satu daya tarik masyarakat dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik kembali digelarnya tradisi Meriam Karbit yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Pontianak. Menurutnya, permainan rakyat ini bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya daerah yang memiliki nilai sejarah dan kebersamaan.

“Tradisi Meriam Karbit merupakan warisan budaya masyarakat Pontianak yang sudah dikenal luas. Pemerintah Kota tentu mendukung penuh pelestarian tradisi ini agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi muda,” ujar Edi usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Eksibisi Seni Budaya Meriam Karbit diberitakan Antara, Senin (9/3/2026).

Edi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak bersama berbagai pihak terus melakukan koordinasi agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan aman dan tertib. Keterlibatan aparat keamanan serta instansi terkait dinilai penting untuk memastikan tradisi ini tetap berlangsung tanpa mengganggu keselamatan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan seluruh kelompok meriam karbit untuk tetap mematuhi aturan yang telah disepakati, terutama terkait aspek keselamatan dalam proses penyalaan meriam.

“Kami mengimbau seluruh kelompok meriam karbit dan masyarakat yang terlibat untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan serta mematuhi aturan yang telah disepakati,” katanya.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 20 kelompok meriam karbit berada di wilayah Pontianak Timur. Sementara 17 kelompok lainnya tersebar di wilayah Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.

Tradisi Meriam Karbit sendiri telah menjadi salah satu ikon budaya Kota Pontianak yang selalu dinantikan masyarakat setiap menjelang Idul Fitri. Dentuman meriam yang menggema di sepanjang Sungai Kapuas tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Selain masyarakat lokal, tradisi ini juga kerap menarik perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan langsung salah satu tradisi khas yang hanya dapat ditemukan di Pontianak.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta koordinasi lintas sektor yang dilakukan pemerintah, tradisi Meriam Karbit diharapkan dapat kembali berlangsung meriah sekaligus tetap aman bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *