Dalam sambutannya, Harisson yang juga merupakan Dewan Penasehat Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Kalbar menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi muda dengan karakter kepemimpinan yang unggul.
“Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya luar biasa dalam meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat komitmen mencetak generasi muda dengan visi kepemimpinan yang matang dan integral,” ungkap Harisson.
Ia menekankan bahwa peran pemuda, khususnya kader HMI, sangat krusial dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, proses kaderisasi yang dimulai dari Basic Training hingga Advance Training menjadi landasan penting bagi terbentuknya pemimpin yang bertanggung jawab untuk membangun bangsa.
“Dalam periode 2045 mendatang, Indonesia akan didominasi oleh Generasi Milenial dan Gen Z, yang pada saat itu akan berada di usia produktif 40-55 tahun. Generasi ini akan memegang peran penting dalam menjalankan roda kepemimpinan bangsa,” tambahnya.
Harisson berharap, melalui pelatihan ini, kader HMI dapat menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tuntutan zaman.
“Saya harap organisasi ini mampu mengemban tugas untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kecerdasan, kreativitas, dan adaptabilitas demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, lebih sejahtera, dan masa depan yang gemilang,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Badko HMI Kalimantan Barat dalam mempersiapkan kader-kader unggul yang siap menghadapi tantangan pembangunan bangsa dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.