Inovasi dan Kolaborasi: Strategi Kalbar Dorong Sektor Pariwisata
Pj Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar, Windy Prihastari Harisson Saat Menjadi Narasumber dalam Program Sapa Kalbar. (Adpim Kalbar)
KATAKALBAR – Kalimantan Barat semakin serius mengembangkan sektor pariwisata dengan meluncurkan Calendar of Event (CoE) Tahun 2025 yang mencakup 44 event unggulan. Dengan meningkatnya jumlah event dibanding tahun sebelumnya, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kalbar sekaligus Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari Harisson, menekankan pentingnya strategi inovatif dalam memajukan pariwisata. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital dalam promosi dan penyelenggaraan event.
“Kombinasi antara teknologi, kreativitas, dan keberlanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik event pariwisata. Teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dapat digunakan untuk memberikan pengalaman imersif bagi wisatawan sebelum mereka datang langsung ke lokasi,” ujarnya dalam program “SAPA KALBAR” di Kompas TV Pontianak.
Selain inovasi, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam pengelolaan destinasi wisata. Disporapar Kalbar terus mendorong kabupaten/kota untuk lebih mengoptimalkan potensi wisata yang ada.
Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2025 di Kota Singkawang dan Pontianak menjadi contoh keberhasilan event yang mampu menarik perhatian luas. Meskipun data resmi jumlah wisatawan belum dirilis, peningkatan jumlah pengunjung diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami menargetkan kenaikan jumlah wisatawan hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya, mengacu pada data BPS yang mencatat 8,1 juta wisatawan nusantara hingga Desember 2024,” ungkap Windy.
Dengan strategi berbasis inovasi dan kolaborasi, Kalimantan Barat berambisi menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional.
