Kadisdik Kalbar Tegaskan Pengawasan Ketat dan Larangan Menu Berisiko dalam Program MBG
KATAKALBAR – Dalam rangka memastikan keamanan dan kesehatan siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan perlunya pengawasan yang ketat terhadap seluruh proses pengelolaan makanan dalam program tersebut.
“Hal ini mencakup penggunaan bahan baku berkualitas, air bersih untuk mencuci bahan makanan, serta air layak konsumsi untuk memasak,” ujar Syarif Faisal, menekankan pentingnya aspek higienis dan sanitasi dalam pengelolaan makanan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan ahli gizi secara aktif dalam pengawasan menu agar makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi dan aman untuk dikonsumsi. Peran ahli gizi juga diharapkan dapat membantu dalam pemilihan bahan dan pengolahan makanan yang sesuai standar kesehatan.
Syarif juga menyoroti bahwa dapur yang melayani ribuan siswa dalam satu waktu harus dievaluasi ulang mekanisme pengendalian mutunya. “Ketentuan dapur yang melayani hingga 3.000 siswa perlu dievaluasi agar pengendalian mutu tetap terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Plt Kadisdik mengimbau agar beberapa jenis menu makanan yang berisiko tinggi dilarang dalam Program MBG. Ia menyebutkan secara spesifik, “Beberapa jenis menu perlu dilarang, di antaranya telur bulat dalam cangkang juga perlu dilarang karena tidak dapat dipastikan mana telur yang sehat dan sudah tidak layak konsumsi. Termasuk telur orak-arik, ikan hiu, makanan fermentasi.”
Penegasan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga mutu dan keamanan program MBG demi kesehatan siswa.
“Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan ketat agar kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkas Syarif Faisal.
