Stand Up Pontianak Tutup 2025 dengan Tema “Vini-Vini Panchi”
KATAKALBAR – Komunitas Stand Up Pontianak menutup rangkaian kegiatan sepanjang 2025 dengan sebuah pertunjukan bertema unik bertajuk “Vini-Vini Panchi”, yang menjadi penanda semangat akhir tahun sekaligus pijakan menuju resolusi 2026.
Anggota Komunitas Stand Up Pontianak, Ageng Wicaksono, menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan permainan kata yang diadaptasi dari semangat dunia stand up comedy.
“Tema stand up hari ini itu Vini-Vini Panchi, itu dari vini vidi vici, kami datang, kami dengar, kami menang. Karena dari istilah stand up punchline, jadi kami datang, kami dengar, kami lucu,” ujar Ageng.
Menurutnya, pertunjukan ini bukan sekadar penampilan komedi, tetapi juga momentum refleksi sekaligus penutup kegiatan komunitas sepanjang tahun.
“Jadi kami harap dengan tema ini Ini kan acara akhir tahun Dan acara terakhir di tahun 2025 Kami meninggalkan kesan yang baik untuk teman-teman di 2025,” lanjutnya.
Memasuki 2026, komunitas Stand Up Pontianak menargetkan kolaborasi yang lebih luas, termasuk mengundang lebih banyak komika nasional untuk tampil di Kota Khatulistiwa.
“2026 lebih banyak proyek bersama teman-teman stand up Pontianak. Lebih banyak bisa mengundang dan memancing gairah komik-komik nasional untuk datang ke Pontianak, itu sih resolusi untuk 2026,” kata Ageng.
Ageng menilai geliat stand up comedy di Pontianak menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah 2024 dan 2025 terlihat cukup signifikan Banyak komik nasional yang datang, Raditya Dika salah satunya, Abdur, Ge Pamungkas,” jelasnya.
Meski pertumbuhan anggota komunitas tidak terlalu besar, Ageng menegaskan hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas dan keberlanjutan kegiatan.
“Sebenarnya pertambahan anggota gak banyak ya, karena kalau dibandingin sama komunitas stand up lain misalnya stand up Jogja, stand up Jakarta, karena mereka adalah kota-kota tempat singgah, tempat kuliah, perantauan ramai anggotanya. Sementara Pontianak ya udah anggotanya di Pontianak, jadi paling setiap tahun cuma nambah 3-4 orang, tapi jumlah anggota itu tidak mempengaruhi bagaimana jalannya sukses kita,” katanya.
Terkait lokasi dan respons penonton, komunitas Stand Up Pontianak kerap menggelar open mic secara mandiri maupun memenuhi undangan pihak lain, dan mendapat reaksi yang positif dari penonton. Namun, tantangan tetap muncul ketika stand up comedy hadir di ruang yang tidak secara khusus disiapkan untuk pertunjukan. Dan ia menyebut, dalam dunia stand up comedy, kesan pertama sangat menentukan.
“Biasanya pertimbangan mereka adalah jokes pertama lucu atau tidak, kalau tidak lucu pasti ditinggal,” pungkas Ageng.
Dengan semangat evaluasi dan optimisme, komunitas Stand Up Pontianak berharap tahun 2026 menjadi momentum hadirnya lebih banyak kolaborasi dan pertunjukan berkualitas, sekaligus memperkuat posisi Pontianak dalam peta stand up comedy nasional.
