Museum Kalbar Susun Program Strategis Berbasis Teknologi
KATAKALBAR – UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat mulai menyusun program strategis untuk tahun 2026 yang difokuskan pada pelestarian kebudayaan daerah melalui pemanfaatan teknologi imersif dan penguatan kolaborasi seni.
Program ini dirancang sebagai upaya transformasi museum agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mampu menarik minat generasi muda.
Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, menjelaskan bahwa museum akan lebih intensif dalam mempromosikan kekayaan budaya Kalimantan Barat.
Berbagai pendekatan baru akan dilakukan untuk memperluas jangkauan promosi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai dan pentingnya warisan budaya lokal.
Satu di antara strategi utama yang direncanakan adalah penggunaan teknologi imersif seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).
Teknologi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kunjungan yang lebih menarik, interaktif, dan edukatif bagi pengunjung, sehingga koleksi museum dapat dinikmati dengan cara yang lebih modern.
Selain pemanfaatan teknologi, UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat juga merencanakan kolaborasi dengan seniman lokal.
Kerja sama ini bertujuan menghadirkan perspektif kreatif dalam menampilkan warisan budaya Kalbar, sekaligus membuka ruang bagi seniman daerah untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian budaya. Detail lengkap program 2026 akan diumumkan secara bertahap dalam waktu dekat.
