April 13, 2026

Pemprov Kalbar Gelar Buka Puasa Bersama Anak Thalasemia dan Pejuang Kanker

0
WhatsApp Image 2026-04-13 at 17.16.18

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama anak-anak penyandang thalasemia dan pejuang kanker di Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kalbar, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus bentuk dukungan moral bagi anak-anak yang tengah menjalani pengobatan.

Acara yang diinisiasi Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalbar, Windy Prihastari, tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti atraksi sulap, permainan, serta pembagian hampers kepada para peserta.

Harisson mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit.

“Kita bersyukur kepada Tuhan karena masih dapat berkumpul bersama hari ini. Tujuan kita sederhana, yaitu bersilaturahmi dan ingin membahagiakan adik-adik semua. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri, bahwa banyak orang yang peduli dan mendukung mereka,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat menjalani pengobatan dan pendidikan.

“Adik-adik harus tetap kuat. Mungkin kondisi kalian berbeda dengan anak-anak lainnya, tetapi itu bukan berarti kalian tidak bisa meraih cita-cita. Dengan terus berjuang, rajin menjalani pengobatan, transfusi, dan tetap semangat belajar, adik-adik dapat meraih masa depan yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Harisson turut berbagi pengalaman pribadinya sebagai orang tua dari anak penyandang thalasemia yang kini menempuh pendidikan tinggi.

“Saya memiliki anak yang juga penyandang thalasemia dan saat ini sudah kuliah semester tujuh. Artinya, jika kita kuat dan disiplin menjalani pengobatan, kita tetap bisa bersekolah, berprestasi, dan menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk bagi pasien thalasemia dan kanker.

“Rumah sakit kita terus berbenah. Jika dulu suasana rumah sakit terasa suram, kini pelayanan semakin baik dan fasilitas semakin nyaman bagi pasien,” katanya.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat juga akan memperkuat layanan kesehatan di daerah.

“Tahun depan pemerintah pusat akan mengalokasikan sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan fasilitas di rumah sakit. Nantinya akan dibangun pusat pendidikan dokter spesialis dan juga pusat layanan kanker. Mudah-mudahan Rumah Sakit Soedarso dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kalbar, Windy Prihastari, menyebut kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dikemas khusus dalam momen Ramadan.

“Kegiatan seperti ini sebenarnya rutin kita lakukan. Kebetulan saat ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga kita kemas dalam bentuk buka puasa bersama sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Ia berharap suasana kebersamaan dapat memberikan semangat bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.

“Tadi kita hadirkan badut dan berbagai hiburan agar anak-anak merasa senang. Bahkan ada yang datang langsung dari rumah sakit setelah transfusi darah, masih dengan bekas jarum di tangannya, tetapi mereka tetap datang dan terlihat sangat bahagia,” katanya.

Windy menambahkan, anak-anak penyandang thalasemia tetap memiliki peluang untuk hidup produktif jika mendapatkan perawatan yang tepat sejak dini.

“Anak-anak thalasemia jika dirawat dengan baik sejak kecil dapat tumbuh dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Bahkan ada yang sudah bekerja, berkeluarga, dan ada juga yang sedang menempuh pendidikan di fakultas kedokteran,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan komunitas orang tua sebagai wadah berbagi pengalaman dan dukungan.

“Para orang tua biasanya saling bertukar cerita, memberi semangat, serta berbagi pengalaman tentang bagaimana merawat anak-anak mereka. Dukungan seperti ini sangat penting bagi keluarga penyandang thalasemia,” katanya.

Selain itu, Windy menilai pelayanan bagi pasien thalasemia dan kanker di Rumah Sakit Soedarso terus mengalami peningkatan. Ia juga mengusulkan agar Yayasan Kanker Indonesia Kalbar memiliki sekretariat di rumah sakit tersebut.

“Kami melihat pelayanan di Rumah Sakit Soedarso semakin baik, baik bagi pasien thalasemia maupun kanker. Bahkan kami juga mengajukan agar Yayasan Kanker Indonesia Kalbar nantinya memiliki sekretariat di Rumah Sakit Soedarso,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga kesehatan, diharapkan edukasi serta kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker dan penanganan thalasemia dapat terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *