Disdikbud Kalbar Soroti Pendidikan Karakter dalam Video Viral Kritik Jalan Rusak di Sintang
KATAKALBAR – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menanggapi video viral yang dibuat sejumlah anak di Kabupaten Sintang terkait kritik jalan rusak parah di Bedayan SP3, Kecamatan Sepauk, dari sudut pandang pendidikan dan pembentukan karakter.
Menurut Faisal, Disdikbud Kalbar tidak mempersoalkan kewenangan terkait perbaikan jalan tersebut. Fokus utama pihaknya adalah memastikan perkembangan karakter dan kondisi psikologis anak-anak yang terlibat dalam video tetap terjaga.
Ia menegaskan, terdapat dua hal penting yang menjadi perhatian dunia pendidikan dalam persoalan tersebut. Pertama, kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari proses pendidikan yang positif.
“Namun, sikap kritis tersebut tidak boleh diarahkan pada hal-hal yang bersifat menghujat atau menyerang pihak tertentu,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Disdikbud Kalbar telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang dan meminta pihak sekolah melakukan pendekatan kepada para siswa serta orang tua mereka. Langkah itu dilakukan untuk memastikan apakah konten video tersebut benar-benar merupakan inisiatif anak-anak atau ada keterlibatan pihak lain.
Selain itu, Disdikbud juga menaruh perhatian terhadap dampak sosial yang mungkin diterima anak-anak akibat viralnya video tersebut di media sosial.
“Hal kedua yang menjadi perhatian adalah perlindungan terhadap anak-anak dari potensi bullying atau tekanan sosial akibat video yang viral. Dinas Pendidikan khawatir anak-anak tersebut mendapat respons negatif dari lingkungan sekitar yang dapat berdampak pada psikologis dan semangat belajar mereka,” ujarnya.
Faisal mengatakan, Disdikbud Kalbar bersama Dinas Pendidikan Sintang dan pihak sekolah terus melakukan komunikasi dan penguatan pendidikan karakter melalui kolaborasi sekolah dan orang tua di rumah.
Pihaknya berharap anak-anak tetap memiliki sikap kritis terhadap berbagai persoalan, termasuk kebijakan pemerintah, namun tetap berada dalam koridor pendidikan karakter yang santun dan tidak mengarah pada hujatan.
Disdikbud Kalbar juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kondisi psikologis anak agar tidak mengalami tekanan sosial akibat viralnya video tersebut.
