Servis Genset di Pontianak Melonjak 80 Persen Akibat Pemadaman Listrik Bergilir, Warga Rela Rogoh Kocek Tambahan
Genset masyarakat Pontianak yang antre untuk di servis.
KATAKALBAR – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Barat tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu lonjakan permintaan servis genset di Kota Pontianak.
Banyak warga kini berlomba memastikan genset mereka tetap berfungsi sebagai sumber listrik cadangan.
Teknisi Sahabat Teknik, Christian, mengungkapkan permintaan perbaikan genset meningkat drastis sejak pemadaman listrik berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kenaikan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 80 persen dibanding kondisi normal.
“Kalau sekarang asli ramai sekali,” kata Christian di Jalan Tanjungpura, Pontianak.
Lonjakan tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat. Jika sebelumnya pelanggan bengkel didominasi toko maupun perkantoran yang melakukan perawatan rutin, kini justru genset milik rumah tangga menjadi yang paling banyak masuk untuk diperbaiki.
Mayoritas genset yang diservis merupakan tipe berbahan bakar bensin dengan kapasitas 3.000 hingga 7.000 watt. Jenis ini banyak digunakan di rumah sebagai sumber listrik cadangan selama pemadaman berlangsung.
Sementara itu, genset berbahan bakar solar relatif lebih sedikit masuk bengkel karena umumnya dimiliki oleh perkantoran maupun sektor industri yang telah memiliki jadwal perawatan secara berkala.
Di samping itu, Christian menjelaskan jika konsumen yang datang merupakan warga Pontianak saja, yang ingin memperbaiki genset mereka.
“Yang datang servis masyarakat Pontianak saja dan ini ramai sekali,” ujarnya.
Di tengah pemadaman listrik yang berlangsung hingga berjam-jam, warga kini menghadapi beban pengeluaran tambahan. Untuk servis ringan, biaya yang harus disiapkan berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, belum termasuk biaya penggantian oli maupun suku cadang jika ditemukan kerusakan.
Meningkatnya permintaan servis genset menjadi salah satu indikator dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat. Selain kehilangan pasokan listrik, banyak warga juga harus mengeluarkan biaya ekstra agar aktivitas sehari-hari di rumah tetap dapat berjalan normal.
