Elnusa Petrofin Optimalkan Distribusi BBM di Kalbar, Tambah Armada hingga Terapkan Skema Darurat
KATAKALBAR – PT Elnusa Petrofin mengoptimalkan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat sebagai langkah menjaga ketahanan energi di tengah dinamika logistik maritim yang memengaruhi jadwal pasokan ke wilayah tersebut.
Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, koordinasi lintas operasional terus diperkuat menyusul adanya penyesuaian jadwal sandar kapal suplai akibat kondisi logistik maritim.
”Kami menyadari adanya dinamika logistik maritim yang menyebabkan penyesuaian jadwal sandar kapal suplai,” ujar Putiarsa, Selasa (28/7).
Selain memastikan seluruh awak mobil tangki (AMT) dan armada berada dalam kondisi siap operasi, Elnusa Petrofin juga menerapkan skema distribusi kitir agar pasokan BBM dapat disalurkan secara merata ke seluruh SPBU.
Melalui pola tersebut, distribusi dilakukan secara proporsional sehingga potensi kekosongan pasokan di sejumlah SPBU dapat diminimalkan.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengaktifkan skema RAE (Reguler, Alternatif, dan Emergency). Dalam skema ini, Integrated Terminal (IT) Pontianak diperkuat fungsinya sebagai pusat konsolidasi suplai regional yang melayani distribusi ke Jobber Ketapang, Fuel Terminal Sintang, hingga wilayah eks-Jobber Sanggau.
Optimalisasi tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas armada mobil tangki di kawasan Integrated Terminal Pontianak. Meski demikian, perusahaan memastikan seluruh proses operasional tetap mengedepankan aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan Lingkungan (HSSE).
Untuk mempercepat penyaluran BBM, Elnusa Petrofin juga menambah lima unit mobil tangki melalui skema *spot charter*. Penambahan armada ini diharapkan dapat memangkas waktu distribusi, mengurangi antrean kendaraan di terminal, serta menjaga kelancaran pasokan BBM di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Putiarsa menegaskan, perusahaan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran BBM.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
”Kami terus berupaya maksimal agar pasokan BBM di Kalimantan Barat tetap andal dan lancar,” tutupnya.
