Oktober 30, 2026

Siswa 3T Kalbar Diminta Buktikan Mampu Bersaing di Sekolah Terbaik

0
WhatsApp Image 2026-08-27 at 17.51.07

KATAKALBAR — Sebanyak 50 pelajar asal wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah SMA dan SMK negeri di Kota Pontianak melalui Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun Ajaran 2026/2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, meminta para penerima beasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Menurutnya, para siswa akan belajar di sekolah-sekolah terbaik di Kota Pontianak sehingga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga kedisiplinan, dan menunjukkan prestasi.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalian akan belajar di sekolah-sekolah terbaik sehingga harus mampu menyesuaikan diri, menjaga sikap, disiplin, dan menunjukkan prestasi. Buktikan bahwa siswa dari daerah 3T memiliki kemampuan yang sama dan mampu bersaing,” kata Faisal.

Pernyataan tersebut disampaikan saat prosesi serah terima sekaligus pembekalan penerima ADEM di Hotel Gajahmada Pontianak, Jumat (17/7/2026).

Para siswa yang mengikuti program ini berasal dari sejumlah wilayah 3T di Kalimantan Barat, di antaranya Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sanggau, Sambas, serta kawasan perbatasan Ketungau dan Badau.

Mereka ditempatkan di tujuh sekolah, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 7 Pontianak, SMA Negeri 8 Pontianak, SMK Negeri 1 Pontianak, SMK Negeri 5 Pontianak, dan SMK Negeri 9 Pontianak.

Faisal menegaskan, penerima ADEM bukan semata-mata dipilih berdasarkan kondisi ekonomi. Para penerima merupakan siswa berprestasi dari wilayah 3T yang lolos seleksi secara berjenjang berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah.

Karena itu, ia berharap para siswa dapat membuktikan kemampuan mereka selama menempuh pendidikan di Pontianak.

Pengalaman SMK Negeri 1 Pontianak selama tiga tahun menerima siswa ADEM menunjukkan bahwa pelajar dari daerah memiliki kemampuan yang mampu bersaing.

Kepala SMK Negeri 1 Pontianak, Anis Sarifudin Adi, mengatakan para siswa ADEM dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik.

“Selama tiga tahun menerima siswa ADEM, kami melihat kemampuan mereka sangat baik. Bahkan tidak pernah ada yang tidak naik kelas,” katanya.

Selain kemampuan akademik, siswa juga perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru karena harus tinggal jauh dari keluarga.

“Yang paling penting di awal adalah bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri. Selain belajar mandiri, mereka juga harus menghadapi rasa rindu kepada keluarga,” ujarnya.

Melalui program ADEM, seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup siswa ditanggung pemerintah. Untuk tempat tinggal, para siswa akan didampingi orang tua asuh yang sebagian besar merupakan guru di sekolah penerima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *