Lindungi Petugas dan Warga dari Asap Karhutla, Pemprov Salurkan Bantuan Medis
KATAKALBAR — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyalurkan ribuan masker dan bantuan medis untuk melindungi petugas pemadam serta masyarakat dari dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya.
Sebanyak 8.000 masker diberikan kepada petugas pemadam yang bekerja langsung di lokasi karhutla Parit H. Mukhsin, Kubu Raya, Selasa (1/9/2026).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu melindungi petugas dari paparan asap selama proses pemadaman. Selain masker, petugas juga menerima vitamin, obat tetes mata, dan kacamata pelindung atau goggles.
Penyaluran bantuan dilakukan saat Norsan meninjau langsung penanganan karhutla di Parit H. Mukhsin. Ia juga menemui petugas dan relawan yang berjibaku mengendalikan api di lapangan.
Setelah menyerahkan bantuan, Norsan menyampaikan apresiasi kepada para petugas dan relawan yang terlibat dalam pemadaman.
“Terima kasih ya, yang udah bantu,” kata Norsan kepada relawan dan petugas pemadam di lokasi.
Bantuan Kesehatan untuk Warga
Perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada petugas pemadam. Bantuan kesehatan juga disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap karhutla.
Bantuan tersebut terdiri dari 1.000 boks masker, obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta satu unit oxygen concentrator.
Dukungan kesehatan ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap dampak kabut asap yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar wilayah terdampak karhutla.
Norsan Siapkan Bantuan Air Bersih
Selain perlindungan kesehatan, Pemprov Kalbar juga menyiapkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kemarau.
Sebanyak tiga mobil tangki air bersih disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat di sekitar lokasi karhutla.
Langkah tersebut dilakukan karena kondisi kemarau tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga dapat berdampak pada ketersediaan air bersih.
Penyaluran masker, bantuan medis, dan air bersih menunjukkan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Pemerintah juga memperhatikan keselamatan petugas serta kebutuhan masyarakat yang terdampak asap dan kemarau.
