Oktober 30, 2026

Maksimalkan Penanganan Karhutla, Gubernur Ingatkan Tak Bakar Lahan

0
81b7c4bd-a3be-4d3c-a888-ae19002a1e39

KATAKALBAR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Ia meninjau langsung lokasi kebakaran yang telah ditangani petugas gabungan selama dua hari, Rabu (2/9/2026).

Norsan melihat langsung proses pemadaman di kawasan tersebut. Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar dan bertahan di bawah tanah.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar. Petugas gabungan harus bekerja ekstra untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul dari dalam lahan gambut.

“Hari ini kita lihat di Sekunder C ini kebakaran gambut. Cukup luas lahan gambut di sini sehingga pemadam juga kewalahan memadamkannya. Sudah dua hari petugas melakukan pemadaman di lokasi ini,” kata Norsan.

Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh pelaku pembakaran, tetapi dapat meluas ke masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak. Asap karhutla juga berpotensi mengganggu kesehatan hingga aktivitas penerbangan.

“Saya mengimbau baik untuk pertanian maupun perkebunan, supaya tidak membakar lahan saat ini. Kasihan, yang menjadi korban ribuan karena terkena asap. Penerbangan juga bisa terganggu karena lokasi ini tidak jauh dari bandara,” ujarnya.

Kawasan Sekunder C sendiri merupakan wilayah yang cukup luas dengan sebagian area masih berupa lahan kosong. Dari keterangan petugas di lapangan, kebakaran diduga bermula dari kawasan Sekunder B sebelum kemudian merambat ke lahan perkebunan masyarakat di Sekunder C.

“Menurut petugas pemadam, api berasal dari Sekunder B dan kemudian merambat ke sini,” katanya.

Dalam penanganan karhutla tersebut, Pemprov Kalbar bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat terus melakukan pemadaman serta pengendalian agar api tidak meluas.

Norsan menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk masyarakat. Ia meminta warga ikut mencegah munculnya titik api baru, terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Upaya pencegahan dinilai penting untuk mengurangi beban petugas di lapangan sekaligus mencegah dampak karhutla meluas ke permukiman, lahan masyarakat, maupun wilayah lain yang rentan terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *