Oktober 30, 2026

Puskesmas Siaga 24 Jam, dan 33 Rumah Oksigen Disiapkan Hadapi Asap Karhutla

0
Screenshot

Indeks udara di Pontianak

KATAKALBAR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat layanan kesehatan untuk menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seluruh puskesmas di Kalbar diwajibkan siaga selama 24 jam, sementara 33 rumah oksigen telah disiapkan di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapat akses layanan kesehatan ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna mengatakan peningkatan layanan kesehatan dilakukan seiring masih terjadinya karhutla di sejumlah daerah. Hingga minggu ke-34 tahun 2026, sebanyak 54.002 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah dilaporkan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.

“Kalau kasus ISPA mulai dari minggu ke-26 sampai minggu ke-34 ini ada 54.002 yang sudah terlaporkan se-Kalbar,” ujar Erna saat mendampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan meninjau kebakaran lahan di Sekunder C, Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026).

Erna menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi laporan kasus yang masuk ke fasilitas kesehatan sejak minggu ke-26. Sebagian besar pasien yang mengalami ISPA telah mendapatkan penanganan.

“Sebagian besar sudah sembuh. Itu merupakan angka yang terlaporkan,” katanya.

Puskesmas Wajib Buka 24 Jam

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap, Dinas Kesehatan Kalbar meminta seluruh puskesmas tetap memberikan pelayanan selama 24 jam.

Kebijakan ini terutama ditujukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan.

“Seluruh puskesmas wajib aktif 24 jam untuk penanganan pasien yang datang dengan keluhan ISPA,” tegas Erna.

Selain pelayanan puskesmas, pemerintah juga menyiapkan fasilitas oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat gangguan pernapasan.

Dinas Kesehatan Kalbar telah memetakan 63 titik yang dipersiapkan sebagai rumah oksigen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 rumah oksigen telah disiapkan.

Sejumlah rumah oksigen tersebut telah beroperasi di wilayah yang mengalami paparan asap cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Dukungan Oksigen

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan penguatan layanan kesehatan dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah menangani karhutla.

Menurutnya, Pemprov Kalbar juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat yang terdampak asap.

“Kita terus koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Sekarang sudah ada oksigen portabel yang bisa dibawa dan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Norsan.

Ketersediaan oksigen portabel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.

Norsan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama paparan asap masih terjadi.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan menggunakan masker.

Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Dengan puskesmas yang disiagakan selama 24 jam dan puluhan rumah oksigen yang telah disiapkan, Pemprov Kalbar berupaya memastikan dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla dapat ditangani lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *