Cegah Kecelakaan Pelajar, Disdikbud Kalbar Gencarkan Edukasi Keselamatan Berkendara
KATAKALBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat terus memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar sebagai upaya mencegah kecelakaan di jalan raya.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kembali terjadinya kecelakaan yang melibatkan pelajar di Kota Pontianak dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan pencegahan menjadi langkah penting karena masih terdapat pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor untuk beraktivitas sehari-hari.
“Yang bisa kita lakukan adalah pencegahan yang terus kita ingatkan dan kita gencarkan, agar anak-anak yang diberikan kendaraan memang sudah layak membawa kendaraan, baik secara kelaikan maupun anaknya sendiri memenuhi persyaratan sesuai peraturan,” jelasnya.
Menurut Syarif, edukasi keselamatan berkendara tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Disdikbud Kalbar juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan pemahaman kepada pelajar.
Kepolisian secara rutin memberikan sosialisasi mengenai keamanan dan keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah.
Sosialisasi dilakukan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kepolisian menghadiri apel rutin setiap Senin maupun melalui kunjungan langsung ke sekolah.
Pelajar diberikan pemahaman mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk berbagai risiko yang dapat terjadi ketika berkendara di jalan raya.
Syarif mengatakan edukasi tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat.
“Terkait siswa meninggal karena kecelakaan, ini memang kabar duka lagi bagi kita. Sejak tahun lalu sudah beberapa kali kami menyampaikan imbauan, baik secara tertulis maupun melalui grup WhatsApp dan edaran kepada sekolah,” ujar Syarif, Kamis 20 Agustus 2026.
Disdikbud Kalbar berharap sinergi sekolah, orang tua, kepolisian, dan pelajar dapat memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak usia sekolah.
