Oktober 30, 2026

8.000 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Pontianak

0
Screenshot

KATAKALBAR — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih gratis kepada warga di Jalan Pangeran Natakusuma, Kota Pontianak, Senin (14/9/2026).

Bantuan air bersih ini diberikan untuk membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini juga terjadi di tengah dampak kabut asap yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Ria Norsan mengatakan, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kemarau dan karhutla.

“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, kami berupaya membantu warga yang terdampak kemarau dan karhutla agar kebutuhan air bersih mereka tetap terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Norsan, penanganan dampak kemarau dan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah. Selain menyalurkan air bersih, pemerintah juga memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap serta mendukung upaya pemadaman kebakaran di sejumlah daerah.

Norsan berharap bantuan air bersih dapat meringankan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.

Warga Apresiasi Bantuan Air Bersih

Salah seorang warga penerima bantuan, Toyib, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang disalurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Ria Norsan yang telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. Bantuan ini sangat membantu dan meringankan beban masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau,” katanya.

Toyib menilai bantuan tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan warga di tengah kondisi kemarau.

“Kami merasa terbantu dan diperhatikan. Semoga bantuan seperti ini terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan,” ujarnya.

Pemprov Kalbar mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta tetap menjaga kesehatan, terutama saat kondisi udara terdampak kabut asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *