Karhutla Belum Kondusif, Kegiatan Edukasi Petani Sawit Dibatalkan
KATAKALBAR — Kegiatan pertemuan edukasi petani sawit berkelanjutan yang sempat viral di media sosial dipastikan dibatalkan.
Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Rino Anteno Tengo, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bersama Media Perkebunan.
Rino menjelaskan, pembatalan dilakukan setelah dirinya berkomunikasi dengan pihak penyelenggara atas instruksi Gubernur Kalbar Ria Norsan.
“Nah, atas instruksi bapak gubernur, saya sudah berkomunikasi dengan pihak penyelenggara untuk dibatalkan,” ujarnya.
Menurut Rino, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi Kalimantan Barat yang masih belum kondusif akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Jadi kegiatan ini dibatalkan karena mengingat Kalimantan Barat masih dalam kondisi yang tidak kondusif di mana kita tahu sendiri Kalimantan Barat masih dilanda karhutla,” jelasnya.
Ia juga meminta pihak penyelenggara memahami kondisi yang tengah dihadapi masyarakat Kalimantan Barat.
“Nah, jadi kita mohon empati dari panitia untuk tidak dilaksanakan,”ujarnya.
Selain soal pembatalan, Rino turut meluruskan informasi mengenai sumber pendanaan kegiatan tersebut yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah, baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun pemerintah kabupaten/kota.
“Nah, juga perlu kita informasikan bahwa pendanaan atas kegiatan ini murni dari pihak penyelenggara, yakni pihak swasta, tidak ada dari provinsi ataupun Kabupaten Kota, jadi ini murni dananya dari pihak penyelenggara,” jelas Rino.
Rino mengatakan klarifikasi tersebut disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat terkait pihak yang menyelenggarakan kegiatan.
“Nah, ini yang perlu kita luruskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman di media sosial bahwa pemerintah provinsi yang menyelenggarakannya tidak seperti itu,” ujarnya.
Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi, Rino mengajak masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.
Rino berharap dukungan dan kepedulian bersama dapat membantu mempercepat berakhirnya kondisi karhutla di Kalimantan Barat.
