Oktober 30, 2026

BPBD Kalbar Lanjutkan OMC hingga 22 September

0
35ffc52c-7f20-4da0-9b1a-0e33d09f7a79

KATAKALBAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat tetap mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini dilakukan di tengah prakiraan hujan yang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kalbar hingga 22 September 2026.

Plt. Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang hujan masih tersedia di sebagian besar kabupaten/kota mulai 16 hingga 22 September 2026.

“Untuk update curah hujan dari hari ini, Rabu 16 September 2026 sampai 22 September 2026 ini diprediksi atau diperkirakan berdasarkan data BMKG menunjukkan potensi hujan hampir semua kabupaten/kota ada,” kata Ridwan.

Potensi Hujan Sempat Menurun

Ridwan menjelaskan, kondisi pada 16 September diperkirakan didominasi awan hujan di hampir seluruh wilayah Kalbar. Potensi hujan kemudian diproyeksikan mengalami penurunan pada 18 dan 20 September.

Peluang hujan diperkirakan kembali meningkat pada 21 hingga 22 September. Perubahan prakiraan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penguatan strategi penanganan karhutla.

“Untuk 16 September 2026 sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan dan nanti pada 18 September ada sedikit penurunan, dan di 20 September adanya penurunan. Selanjutnya pada tanggal 21 dan 22 September ini untuk kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi,” jelasnya.

Potensi hujan di sejumlah wilayah diharapkan dapat membantu proses penanganan kebakaran serta mengurangi dampak asap yang masih terjadi akibat karhutla. Namun, BPBD Kalbar tetap menjalankan langkah penanganan secara aktif tanpa hanya mengandalkan hujan alami.

OMC Tetap Berjalan Selama Potensi Awan Tersedia

Ridwan menegaskan, Operasi Modifikasi Cuaca akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla. Pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

“Hal ini di kita, di BPBD Kalbar untuk antisipasi, kita usaha, yang kita lakukan untuk OMC tetap kita lakukan, sampai curah hujan tinggi tetap kita lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan OMC bersama potensi hujan alami menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemadaman kebakaran, mengurangi risiko perluasan karhutla, dan membantu pemulihan kondisi udara di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *