Oktober 30, 2026

Hujan Turun, Warga Kalbar Berharap Kabut Asap Berakhir

0
Screenshot

KATAKALBAR – Hujan turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada Selasa (15/9/2026). Turunnya hujan disambut lega masyarakat setelah beberapa waktu menghadapi cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan dilaporkan terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalbar. Intensitasnya bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat. Beberapa wilayah juga mengalami hujan yang disertai petir.

Kondisi tersebut sebelumnya telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Potensi pertumbuhan awan penghujan di sejumlah wilayah Kalbar juga dimanfaatkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan pertumbuhan awan yang cukup besar berpotensi menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, OMC terus dioptimalkan dalam beberapa hari terakhir untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang terdampak karhutla.

“Alhamdulillah hujan ini tentu dari yang Maha Kuasa, Allah SWT, tapi kita sudah ikhtiar dengan melakukan OMC setiap harinya. Semoga dengan hujan ini bisa mengurangi kabut asap,” ujar Ridwan.

Ridwan menyebut, sejak 4 September 2026, Kalbar mengoperasikan tiga pesawat untuk OMC bersama BNPB. Pada awalnya, operasi tersebut menggunakan dua pesawat, kemudian ditambah satu unit atas perintah Kepala BNPB.

Berdasarkan data BMKG, pada 15 hingga 24 September 2026 terdapat potensi pertumbuhan awan penghujan di sejumlah wilayah Kalbar. Potensi tersebut akan dioptimalkan untuk penyemaian awan melalui OMC.

Pada 14 dan 15 September, pelaksanaan OMC diarahkan ke sejumlah wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan. Di antaranya Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Landak, Bengkayang, dan Sambas.

Ridwan berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi kabut asap dan mendukung percepatan penanganan karhutla di Kalbar.

“Diharapkan dengan OMC tersebut peluang hujan akan semakin besar, sehingga karhutla dapat segera kita atasi,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *