Oktober 30, 2026

Gubernur Kalbar Ajak Generasi Muda Tangkal Hoaks dan Disinformasi

0
WhatsApp Image 2026-03-09 at 02.52.16

KATAKALBAR – Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital menjadi salah satu perhatian Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam momentum Hari Lahir Pancasila 2026.

Norsan menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai Pancasila dinilai perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Ria Norsan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (1/6/2026).

Upacara itu dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran ASN, tokoh masyarakat, hingga para pelajar.

Dalam amanatnya, Norsan mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan. Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya muncul dari persoalan sosial dan ekonomi, tetapi juga dari perkembangan teknologi dan informasi.

Ia meminta generasi muda mengambil bagian dalam menangkal radikalisme, hoaks, serta disinformasi yang berpotensi mengganggu persatuan nasional.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ideologi bangsa. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian, persatuan, dan optimisme demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.

Pancasila Harus Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut Norsan, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara. Nilai yang terkandung dalam lima sila perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Ia menilai sikap gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bentuk konkret pengamalan Pancasila.

“Pancasila adalah pemersatu bangsa yang menjaga kita tetap kokoh di tengah keberagaman. Tugas kita hari ini bukan lagi memperdebatkannya, melainkan membumikan nilai-nilainya dalam gotong royong, keadilan sosial, dan menjaga toleransi antar sesama,” ujarnya.

Norsan juga mengingatkan agar peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi ruang untuk mengevaluasi sejauh mana nilai Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah bagaimana menerjemahkan nilai Pancasila menjadi tindakan yang mampu menjawab berbagai persoalan.

“Pancasila itu hidup apabila dipraktikkan. Ketika kita membantu sesama tanpa memandang latar belakangnya, di situlah nilai kemanusiaan dan persatuan bekerja. Karena itu, mari kurangi perdebatan yang tidak produktif dan mulai menghadirkan aksi nyata dari lingkungan terdekat,” katanya.

Teknologi untuk Memperkuat Persatuan

Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dan media digital, Norsan mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Menurutnya, ruang digital seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan serta menyebarkan informasi dan pesan yang membangun.

Ajakan tersebut terutama ditujukan kepada generasi muda yang dinilai memiliki posisi penting dalam menentukan arah kehidupan bangsa ke depan.

Selain menjaga persatuan, Norsan mengajak masyarakat Kalimantan Barat menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam menghadapi perubahan dan tantangan global.

Ia meyakini semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dapat menjadi kekuatan bersama untuk membawa Indonesia menuju cita-cita sebagai bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera.

“Pancasila harus terus hidup dalam setiap kebijakan, perilaku, dan tindakan kita. Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bersama, saya optimistis Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *