GMD Kalbar Ditargetkan Jangkau 2.046 Desa
KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berupaya memperluas pemerataan pembangunan melalui program Gema Membangun Desa (GMD) yang ditargetkan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Dengan jumlah mencapai 2.046 desa, pemerintah provinsi menerapkan pola pelaksanaan GMD berdasarkan wilayah kabupaten agar penyerapan aspirasi masyarakat dapat dilakukan lebih luas.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mengetahui persoalan pembangunan di tingkat desa.
Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan GMD ke-V di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026).
Ria menjelaskan, pelaksanaan GMD tidak memungkinkan dilakukan secara terpisah di setiap desa karena banyaknya jumlah desa di Kalimantan Barat.
“Kita ingin di seluruh kabupaten dan kota. Desa kita ada 2.046. Kalau satu per satu desa dilaksanakan, tidak mungkin bisa tercapai seluruhnya dalam satu tahun. Maka kita ambil per kabupaten,” ujarnya.
Ia menyampaikan, kegiatan GMD sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Landak dan kemudian berlanjut ke Kabupaten Bengkayang. Selanjutnya, pemerintah provinsi merencanakan pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Ketapang.
Dalam satu hingga dua tahun ke depan, Pemprov Kalbar berupaya memperluas pelaksanaan GMD agar dapat menjangkau seluruh kabupaten di Kalimantan Barat.
Ria menegaskan, pemerataan pelaksanaan program tersebut juga mencakup desa-desa yang berada di kawasan terpencil maupun wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).
Ia mencontohkan Desa Temajuk di Kabupaten Sambas yang menjadi salah satu wilayah perbatasan dan telah menjadi sasaran kegiatan GMD.
“Kita tidak melihat 3T atau tidak. Yang penting bisa kita sasar, akan kita sasar,” tegasnya.
Menurut Ria, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam mengetahui kondisi dan kebutuhan setiap wilayah.
Melalui kegiatan GMD, masyarakat dapat menyampaikan persoalan serta mengusulkan program pembangunan yang dibutuhkan di daerah masing-masing.
Dengan pendekatan berdasarkan wilayah kabupaten, pemerintah provinsi berharap jangkauan program semakin luas dan aspirasi masyarakat desa dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat pemerataan pembangunan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan perbatasan Kalimantan Barat.
