Februari 20, 2026

Alexander Wilyo Resmi Nakhodai IPSI Kalbar

0
WhatsApp Image 2025-09-29 at 16.39.26

Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat menghadiri pelantikan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat periode 2025–2029/Dok. Adpim Prov Kalbar

KATAKALBAR – Sabtu pagi (27/9/2025), langit cerah menyambut langkah-langkah para tokoh olahraga dan budaya Kalimantan Barat yang mulai berdatangan ke Pendopo Gubernur Kalbar. Di tempat yang sarat simbol kepemimpinan ini, sebuah momentum penting bagi dunia pencak silat Kalbar akan tercipta.

Dengan balutan adat dan semangat persaudaraan, Alexander Wilyo, sosok yang dikenal sebagai Bupati Ketapang sekaligus Pendekar Wira Utama, resmi diangkat menjadi Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalbar untuk periode 2025–2029. Pelantikannya dilakukan langsung oleh utusan Ketua Umum PB IPSI, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, melalui Wakil Ketua Umum PB IPSI.

Suasana pelantikan berlangsung khidmat. Di antara tamu-tamu yang hadir, tampak Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang memberikan sambutan penuh makna. Ia mengingatkan bahwa pencak silat adalah lebih dari sekadar olahraga yakni ia adalah jati diri bangsa, warisan leluhur yang mencerminkan nilai-nilai kejujuran, kerendahan hati, dan keberanian.

“Mari jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Jangan menjual kejagoan, tapi tunjukkan prestasi dan budi pekerti,” ujarnya.

Alexander berdiri di podium dengan sorot mata tegas, namun wajahnya tetap menyiratkan kerendahan hati. Ia menyebut pelantikannya sebagai amanah besar yang akan ia emban tidak hanya sebagai seorang pejabat, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar pencak silat Kalbar.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budaya sendiri. Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO. Kita semua bertugas menjaga sekaligus mengembangkannya,” ucap Alexander.

Ia juga menjabarkan langkah-langkah strategis yang akan menjadi fondasi bagi masa depan pencak silat di Kalbar: memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas pelatih dan atlet, menyediakan sarana-prasarana yang memadai, serta rutin menggelar kejuaraan dan event pengembangan prestasi.

Visi besar ini bukan sekadar wacana. Beberapa program telah berjalan sejak awal masa transisi kepemimpinannya: mulai dari pengiriman kontingen ke Kejurnas Junior, seleksi atlet PON, hingga persiapan menuju Popnas. Tak ketinggalan, Grand Prix Pencak Silat Piala Gubernur yang menjadi ajang unjuk bakat dan semangat generasi muda.

Alexander tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, mulai dari para pengurus IPSI, guru-guru silat, hingga pemerintah daerah yang terus memberi ruang bagi olahraga tradisional ini untuk tumbuh.

“Semua ini bisa terlaksana berkat dukungan para pengurus, sesepuh, maha guru, serta pemerintah daerah. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan pencak silat Kalbar,” katanya.

Hari itu, Pendopo bukan hanya saksi dari pergantian kepemimpinan. Ia menjadi simbol kelahiran semangat baru—sebuah janji untuk menjaga marwah pencak silat Kalimantan Barat, dari gelanggang latihan hingga ke podium juara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *