Ancaman Kemacetan Meningkat Akibat Feri Bardan-Siantan Berhenti
KATAKALBAR – Potensi kemacetan lalu lintas di Kota Pontianak diprediksi akan semakin meningkat menyusul belum dapat dioperasikannya kapal feri penyeberangan Bardan-Siantan.
Selain kontrak kerja sama yang telah berakhir, kondisi dermaga yang rusak berat menjadi kendala utama.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, mengungkapkan bahwa kondisi dermaga saat ini tidak memungkinkan untuk digunakan.
Ia menegaskan bahwa pengoperasian feri berisiko jika tetap dipaksakan.
Dari penjelasan Trisna, kondisi dermaga kapal penyeberangan feri Bardan-Siantan kini sudah rusak berat.
Sehingga jika dipaksakan untuk beroperasi ditakutkan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan. Agar kapal feri bisa memberikan pelayanan kembali, perbaikan dermaga menjadi yang utama untuk dikerjakan.
Terhentinya operasional feri dinilai akan berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas.
Selama ini, keberadaan feri menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyeberang tanpa harus melalui jalur darat yang padat.
Dia juga mengakui, ketika kapal feri berhenti transportasi akan membuat persoalan lalu lintas di daerah rawan macet dapat lebih krodit.
Sebab dipastikannya kendaraan akan berjalan ke satu arah.
Beda ketika feri masih beroperasi. Pengguna jalan memiliki alternatif. Ditambah setiap tahun jumlah kendaraan di Kota Pontianak terus bertambah membuat persoalan kemacetan di kota ini semakin pelik.
