Gubernur Kalbar Dapatkan Program Internet Gratis untuk Sekolah
KATAKALBAR – Program internet gratis untuk sekolah di Kalimantan Barat yang saat ini mulai berjalan ternyata berawal dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto, dan berhasil dihadirkan di Kalbar berkat lobi langsung Gubernur Kalimantan Barat kepada pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menjelaskan bahwa program ini awalnya hanya difokuskan di Pulau Jawa dan Bali. Namun, berkat komunikasi dan upaya diplomatis yang dilakukan oleh Gubernur, Kalimantan Barat akhirnya menjadi salah satu provinsi pertama di luar Jawa yang memperoleh fasilitas tersebut.
“Pak Presiden belajar dari pengalaman Tiongkok, di mana akses internet dibuka luas sampai ke daerah sehingga mendorong kemajuan ekonomi. Program ini awalnya dipasang di Jawa, lalu rencananya ke Bali. Namun Pak Gubernur melobi agar Kalbar bisa lebih dulu menerima program ini, dan kita siap menampung,” ungkap Faisal.
Menurutnya, langkah cepat ini menjadi bentuk perhatian serius pemerintah daerah terhadap pentingnya infrastruktur digital bagi dunia pendidikan. Melalui jaringan internet berkecepatan 100 Mbps, sekolah-sekolah di Kalbar kini memiliki akses terbuka untuk memperkaya metode belajar dan mendukung guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi.
Faisal menambahkan, program ini akan terus diperluas hingga mencakup seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di Kalbar. “Targetnya, hingga akhir 2025, seluruh SMA/SMK/SLB negeri di Kalbar yang jumlahnya 427 sekolah sudah terpasang,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah swasta tidak dikecualikan. “Selain itu, ada juga SMA/SMK swasta yang juga masuk dalam pendataan. Pemetaan dilakukan secara detail by name by address, hingga titik koordinat sekolah sudah kami siapkan,” tambahnya.
Dengan terwujudnya pemerataan akses internet, Syarif berharap kesenjangan teknologi antarwilayah di Kalimantan Barat bisa berkurang. Program ini juga menjadi pondasi penting menuju transformasi pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
