April 1, 2026

Gubernur Kalbar Dorong Baznas Perkuat Peran dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

0
WhatsApp Image 2025-12-15 at 23.55.01

KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalbar untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat.

Hal tersebut disampaikan saat Gubernur melantik jajaran pimpinan Baznas Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026). Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat memiliki peran penting, tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan merupakan kekuatan besar untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat,” tegasnya.

Menurutnya, Baznas perlu dipimpin oleh figur yang memiliki visi kuat serta mampu bekerja secara inklusif dan responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. Ia juga menilai kehadiran banyak pengurus muda di Baznas Kalbar menjadi peluang menghadirkan berbagai inovasi baru, terutama dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas serta profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Baznas dapat terus meningkat dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah provinsi adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Program yang diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut dinilai belum berjalan secara maksimal.

Untuk mendukung optimalisasi program tersebut, Pemprov Kalbar berencana mengumpulkan seluruh bendahara organisasi perangkat daerah (OPD) agar pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola oleh Baznas untuk berbagai program kemaslahatan umat.

Selain itu, Ria Norsan juga mendorong Baznas Kalbar untuk melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang dinilai berhasil dalam pengelolaan zakat produktif, salah satunya di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan berbagai aset produktif, bahkan hingga memiliki pusat perbelanjaan sendiri. Hasil pengelolaan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Gubernur berharap seluruh program Baznas Kalbar dapat berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah, menuju Kalimantan Barat yang adil, religius, sejahtera, serta berwawasan lingkungan. Ia juga berharap keberadaan Baznas mampu memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *