April 2, 2026

Gubernur Kalbar Dorong Transformasi Ekonomi Pangan

0
MEI 4

KATAKALBAR – Kalimantan Barat kini menatap peran baru dalam sektor pangan nasional dan internasional. Gubernur Ria Norsan menyatakan komitmen daerahnya tidak hanya untuk mencapai swasembada pangan, tapi juga menjadikan Kalbar sebagai pusat ekspor jagung ke pasar regional Asia Tenggara melalui Pelabuhan Internasional Kijing.

Pernyataan ini disampaikan Norsan dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan yang digelar di Graha Khatulistiwa, Polda Kalbar, Kamis (15/5). Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi.

“Ini bukan semata soal mencukupi kebutuhan pangan, tapi tentang mengangkat kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi desa lewat hasil pertanian unggulan,” ujar Gubernur.

Dari Surplus ke Ekspor: Jagung Jadi Komoditas Strategis

Kalimantan Barat mencatatkan surplus produksi di hampir semua dari 12 komoditas strategis nasional. Keunggulan ini menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk mendorong jagung sebagai produk ekspor andalan. Tahun ini, target tanam jagung ditetapkan mencapai hampir 192 ribu hektare, dengan perluasan lahan mulai digarap di kawasan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.

Langkah ini menjadi bagian dari visi Kalbar untuk tidak hanya sebagai daerah konsumtif, melainkan sebagai produsen dan penyuplai pangan bagi wilayah lain, bahkan negara tetangga.

Peningkatan Indeks Ketahanan dan Lompatan Kinerja

Meskipun Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kalbar tahun 2024 telah menyentuh angka 73,49—masuk kategori “Baik dan Tahan Pangan”—Gubernur menilai posisi Kalbar yang masih di urutan ke-23 dari 38 provinsi perlu didongkrak secara signifikan.

“Kita tidak cukup hanya bergerak perlahan. Yang kita butuhkan sekarang adalah lompatan besar,” tegas Norsan dalam forum tersebut.

Peran Koperasi dan Desa dalam Sistem Pangan

Mendorong produksi saja tidak cukup. Pemerintah Provinsi Kalbar kini fokus membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Salah satu program unggulannya adalah pembentukan Koperasi Merah Putih, yang dirancang untuk menyerap hasil pertanian rakyat sekaligus menjadi akses pembiayaan hingga Rp5 miliar per desa.

“Petani tidak boleh hanya menjadi produsen yang menjual murah. Mereka harus terlibat dalam rantai ekonomi secara utuh,” kata Norsan.

Peluncuran koperasi ini dijadwalkan berlangsung pada Juli 2025, dan rencananya akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dengan strategi ini, Kalbar berharap menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan ketahanan pangan, pemberdayaan petani, dan ekspor berbasis komoditas lokal—sebuah transformasi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat desa dan sekaligus memperkuat posisi ekonomi daerah di kancah nasional dan regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *