April 2, 2026

Gubernur Kalbar Tegaskan Komitmen Memakmurkan Masjid

0
mei 6

KATAKALBAR – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan hari lahir ke-83 Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI yang kini kembali menjabat sebagai Ketua Umum DMI periode 2024–2029. Acara berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).

Rakernas kali ini menjadi momentum evaluasi dan perencanaan strategis organisasi yang telah berdiri sejak 1972 itu. Dalam sambutannya, Jusuf Kalla kembali menekankan pentingnya visi “memakmurkan dan dimakmurkan masjid” sebagai fondasi gerakan DMI secara nasional.

“Masjid tidak cukup hanya dibangun. Ia harus dikelola dan dihidupkan melalui jamaah. Tiga aspek utama dalam memakmurkan masjid adalah membangun, mengurus, dan berjamaah,” ujar Jusuf Kalla.

Salah satu peserta Rakernas yang hadir adalah Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua DMI Wilayah Kalbar. Dalam keterangannya, Norsan menyampaikan bahwa pihaknya telah lama menjalankan berbagai program yang mengarah pada penguatan peran masjid di tengah masyarakat.

“Program Sajadah Fajar menjadi unggulan kami. Ini adalah gerakan Salat Subuh berjamaah yang disertai kuliah tujuh menit. Kami keliling masjid setiap subuh untuk memastikan semangat itu terus menyala,” jelasnya.

DMI Kalbar juga menggulirkan sejumlah program lain seperti pelatihan kader masjid untuk muslimah, pengembangan masjid ramah anak, serta kegiatan sosial seperti pembagian mushaf Al-Qur’an dan pelatihan fardhu kifayah.

Lebih lanjut, Norsan menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan berbagai program tersebut.

“Kami membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak agar program keagamaan dan sosial ini berdampak lebih luas,” tambahnya.

Rakernas ini juga menjadi ajang pengesahan program kerja DMI masa khidmat 2024–2029. Menurut Jusuf Kalla, sejak muktamar nasional pada Maret lalu, DMI telah menyusun dan menyepakati 11 program prioritas yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan.

Adapun 11 program utama DMI meliputi:

  1. Digitalisasi organisasi

  2. Penataan akustik masjid

  3. Penguatan ekonomi dan sosial umat

  4. Pelatihan fungsi kemasjidan

  5. Pengembangan lingkungan masjid hijau

  6. Masjid ramah jamaah

  7. Masjid bersih dan sehat

  8. Sertifikasi tanah wakaf

  9. Pendidikan dan dakwah

  10. Pengembangan arsitektur masjid

  11. Promosi wisata religi

Dengan program-program tersebut, DMI berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *