Gubernur Soroti Lab Digital SMKN 1 Sanggau, Dorong Lulusan Siap Bersaing di Era Marketplace
KATAKALBAR – Penguatan pendidikan vokasi berbasis teknologi menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat mengunjungi SMKN 1 Sanggau dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (25/2/2026).
Salah satu fasilitas yang ditinjau adalah Laboratorium Pemasaran Digital yang dimanfaatkan siswa untuk mempelajari strategi bisnis berbasis teknologi informasi. Di ruang tersebut, para siswa berlatih membuat konten promosi menggunakan berbagai perangkat, mulai dari mikrofon, telepon genggam, ring light, hingga perangkat lunak pendukung produksi digital.
Menurut Norsan, pembelajaran berbasis teknologi seperti ini menjadi bekal penting bagi siswa SMK agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja yang semakin digital.
“Anak-anak SMK sekarang tidak lagi hanya belajar pemasaran tradisional. Mereka sudah belajar pemasaran digital menggunakan IT, marketplace seperti Shopee, dan platform online lainnya. Ini sangat bagus untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar sekolah agar kegiatan belajar mengajar berjalan maksimal.
“Kita ingin memastikan fasilitas gedung, kebutuhan guru, dan sarana belajar semuanya memadai. Kalau ada kekurangan, itu yang akan kita bantu terlebih dahulu,” kata Norsan.
Gubernur menilai, keberadaan laboratorium tersebut bukan hanya mendukung peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda, khususnya dalam memasarkan produk lokal secara mandiri melalui platform daring.
“Produk-produk yang dihasilkan siswa bisa dipasarkan lewat IT, lewat online. Ini membuka peluang ekonomi baru bagi anak-anak kita di daerah,” jelasnya.
Dalam kunjungan itu, Norsan didampingi Wakil Bupati Sanggau Susana Harpena serta Kepala SMKN 1 Sanggau Umin Kusasi. Selain meninjau laboratorium, rombongan juga melihat kondisi gedung sekolah, kelengkapan tenaga pendidik, serta daya tampung siswa.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat pendidikan vokasi, meningkatkan keterampilan generasi muda, dan memastikan sekolah-sekolah di daerah memiliki fasilitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Upaya ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di era digital.
