Hidupkan Kue Tradisional Kalbar, Indigo Angkat Lapis Legit Sambas dan Singkep-singkep
KATAKALBAR – Di tengah menjamurnya kafe modern, Indigo Brew and Bake hadir membawa misi berbeda. Tak hanya menyajikan kopi dan pastry, kafe yang baru diresmikan di Jalan Letjen Suprapto, Pontianak, ini mengusung semangat pelestarian kuliner tradisional Kalimantan Barat.
Salah satu menu unggulan Indigo adalah Lapis Legit khas Sambas dan Singkep-singkep, kue tradisional Keraton Kadariah Pontianak yang kini semakin jarang ditemui. Kehadiran menu tersebut mendapat perhatian khusus dari Gubernur Kalbar Ria Norsan saat peresmian.
“Sebagai orang yang berasal dari daerah Sambas, saya tahu betul kualitas Lapis Legit Sambas. Rasanya memang tidak ada lawan. Ini bagian dari melestarikan kekayaan kuliner kita,” ujar Ria Norsan.
Ia menilai upaya mengangkat kuliner lokal ke ruang usaha modern merupakan langkah strategis untuk menjaga identitas budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Owner Indigo Brew and Bake, Adhe Hariadi, menjelaskan bahwa menu tradisional yang disajikan merupakan bagian dari visi Indigo untuk menghadirkan rasa-rasa khas Pontianak dan Kalimantan Barat dalam satu ruang.
“Kami ingin orang datang bukan hanya minum kopi, tapi juga mengenal kuliner lokal. Ada Lapis Legit Khatulistiwa, Singkep-singkep, dan kue tradisional lain yang kami sajikan dengan tetap menjaga cita rasa aslinya,” kata Adhe.
Lapis Legit Khatulistiwa sendiri merupakan kreasi yang terinspirasi dari lapis legit khas Sambas, dikembangkan oleh Ina, istri Founder Indigo yang berasal dari daerah tersebut. Proses pembuatannya tetap mempertahankan resep tradisional, namun dikemas lebih modern agar dapat diterima berbagai kalangan.
Founder Indigo Brew and Bake, Reza, menegaskan bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas dan sejarah daerah.
“Pontianak bukan hanya kota khatulistiwa. Budaya dan kuliner adalah jati diri kita. Lewat Indigo, kami ingin kue-kue tradisional ini tetap hidup dan dikenal,” ungkapnya.
Melalui pendekatan ini, Indigo Brew and Bake diharapkan tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga ruang edukasi rasa yang merawat warisan kuliner Kalimantan Barat di tengah arus modernisasi.
