KONI Singkawang Siapkan Atlet Menuju Porprov Kalbar 2026
Foto bersama KONI Singkawang/Dok. Istimewa
KATAKALBAR – Menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Singkawang mengambil langkah cepat dengan memulai persiapan sejak dini. Ketua KONI Singkawang, Bambang Stiadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin hanya menjadi peserta pelengkap dalam ajang olahraga terbesar di provinsi tersebut.
“Kita tidak ingin Singkawang hanya menjadi pelengkap. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini, tidak mendekati pelaksanaan,” tegas Bambang Stiadi dalam rapat kerja tahunan KONI, Selasa (16/9/2025).
Mengacu pada pengalaman Porprov 2022, Bambang menilai kesiapan sejak jauh hari sangat krusial. Oleh sebab itu, KONI telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan bertugas merancang target, mengklasifikasikan cabang olahraga, dan mengawasi jalannya pembinaan atlet.
“Kami belajar dari Porprov sebelumnya. Satu tahun sebelumnya, semuanya sudah harus siap, baik perangkat lunak maupun perangkat keras,” tambahnya.
Dengan perencanaan matang dan langkah proaktif, KONI Singkawang optimistis bisa tampil lebih kompetitif dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi kota berjuluk Seribu Kelenteng tersebut.
Selain itu, KONI Kota Singkawang mulai menerapkan strategi terstruktur dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar 2026. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah klasifikasi cabang olahraga (cabor) berdasarkan potensi dan peluang prestasi.
Bambang menjelaskan bahwa seluruh cabor kini dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni cabang unggulan, cabang harapan, dan cabang partisipasi.
“Kami sudah memetakan cabang olahraga unggulan, harapan, dan partisipasi. Semua membutuhkan strategi pembinaan yang berbeda, namun tetap terukur agar hasilnya maksimal,” jelasnya.
Langkah ini diambil agar sumber daya, baik pelatih maupun anggaran, bisa dialokasikan secara lebih efektif dan efisien. Cabor unggulan akan mendapatkan perhatian lebih, sementara cabor partisipasi tetap dibina dengan pendekatan jangka panjang.
Bambang menambahkan bahwa klasifikasi ini juga membantu KONI untuk lebih fokus dalam menentukan target medali dan membentuk program pembinaan atlet yang berkelanjutan.
