Lampion Raksasa dan Naga Lokal, Vihara Tri Dharma Sungai Kakap Bersolek Sambut Imlek 2026
KATAKALBAR – Angin laut dari pesisir Kecamatan Sungai Kakap berembus pelan, menyusup di antara bangunan Vihara Tri Dharma Hian Tian Siang Tie. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, vihara yang berada di Kabupaten Kubu Raya ini mulai bertransformasi. Warna merah perlahan mendominasi sudut-sudut bangunan, menandai dimulainya rangkaian persiapan menyambut tahun baru dalam penanggalan Tionghoa.
Sejak beberapa hari terakhir, aktivitas di area vihara tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah ornamen khas Imlek mulai terpasang, menghadirkan suasana hangat dan penuh harapan. Vihara Tri Dharma, yang selama ini dikenal sebagai pusat ibadah tiga ajaran—Buddha, Tao, dan Konghucu—kembali bersiap menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat, baik umat maupun pengunjung umum.
Daya tarik utama tahun ini langsung mencuri perhatian siapa pun yang datang. Dua lampion raksasa berdiri megah di kawasan vihara. Dengan tinggi mencapai 4 meter 60 sentimeter dan diameter 78 sentimeter, lampion tersebut diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Keberadaannya tak hanya menjadi elemen dekorasi, tetapi juga simbol semangat dan kemeriahan Imlek yang kian terasa.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kalbar, Rita Hastarita, menilai vihara ini memiliki keunikan yang tidak banyak ditemui di tempat lain.
“Vihara ini unik karena memadukan tiga ajaran sekaligus, yaitu Buddha, Taoisme, dan Konghucu. Ini menjadi simbol kerukunan dan toleransi yang sudah terjaga sejak lama,” ujar Rita saat meninjau vihara, Rabu (4/2/2026).

Menurut Rita, setiap menjelang Imlek, Vihara Tri Dharma Sungai Kakap selalu mengalami peningkatan kunjungan. Karena itu, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut para peziarah dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
“Tadi kita lihat sudah ada pemasangan lampion besar, ribuan dupa yang disiapkan, serta penambahan dekorasi dan aksesoris Imlek. Setiap tahun, jumlah pengunjung yang datang cukup banyak,” jelasnya.
Di balik kemeriahan dekorasi yang mulai terpasang, proses persiapan masih terus berlangsung. Wakil Ketua Vihara Tri Dharma Sungai Kakap, Agus Vedi, menyebut pekerjaan menghias vihara telah dimulai sejak dua minggu lalu.
“Saat ini baru sekitar 50 sampai 60 persen terpasang. Kami akan terus melengkapi dekorasi hingga mendekati hari perayaan,” ungkap Agus.
Tahun ini, vihara juga menghadirkan sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya, prosesi pembukaan mata naga akan digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek. Ritual sakral tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2026 dan diperkirakan akan menjadi magnet baru bagi pengunjung.
“Ini pertama kalinya kami menghadirkan naga lokal di vihara ini. Ukurannya cukup besar dan akan dilakukan ritual buka mata naga sebagai bagian dari rangkaian perayaan,” tutupnya.
Di tengah lampion raksasa, wangi dupa, dan persiapan yang terus dikebut, Vihara Tri Dharma Sungai Kakap tak sekadar bersolek. Ia merawat tradisi, meneguhkan toleransi, sekaligus membuka ruang perjumpaan budaya yang hidup di pesisir Kubu Raya, menyambut Imlek dengan penuh makna.
