MBG SPPG Sungai Jawi 5 Utamakan Higienitas dan Kepuasan Penerima
KATAKALBAR – Di balik senyum siswa saat menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat proses panjang yang dimulai sejak malam hari di dapur SPPG Sungai Jawi 5. Sebanyak 1.515 paket makanan diproduksi setiap hari dengan standar kebersihan dan pengawasan ketat.
Persiapan dimulai pukul 19.00 WIB. Ayam melalui proses thawing sesuai prosedur higienis, sementara sayuran dipersiapkan lebih awal karena membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama.
“Jam 7 malam kami sudah mulai. Ayam di-thawing dulu, sambil itu tim siapkan sayur. Sayur itu paling lama pengerjaannya,” jelas Faical.
Kini, dapur diperkuat mesin pemotong sayur, termasuk mesin pemotong wortel. Kehadiran alat tersebut mempercepat proses sekaligus menjaga konsistensi ukuran potongan dan meminimalkan kontak langsung tangan dengan bahan makanan. Jika sebelumnya persiapan sayur bisa berlangsung hingga pukul 01.00–02.00 dini hari, kini waktu lebih efisien dengan standar higienitas yang lebih baik.
Sekitar pukul 01.00 WIB, proses memasak nasi dimulai. Sebanyak 120 kilogram beras dimasak setiap hari. Area dapur dibersihkan secara berkala dan sistem kerja dibagi untuk mencegah kontaminasi silang.
Quality control diterapkan berlapis. Setiap bahan baku diperiksa sebelum digunakan. Jika tidak sesuai standar, bahan diganti meski harus mencari ke pasar pada malam hari.
“Kalau bahan jelek, kami tidak pakai. Jangan sampai dipaksakan distribusi,” tegasnya.
Sebelum distribusi, makanan diuji secara organoleptik dan diverifikasi ahli gizi. Setelah sampai di sekolah, sampel kembali diperiksa guru.
Di SD Bruder Pontianak, pengecekan dilakukan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Magdalena Sajumiati, menyampaikan apresiasi terhadap program ini.
“Kami sangat terbantu dengan MBG. Orang tua tidak lagi repot menyiapkan bekal, dan anak-anak juga menikmati makanannya,” ujarnya.
Respons positif juga datang dari siswa. Yemima, siswi kelas VI, mengaku senang dengan menu yang disajikan.
“Makanannya enak-enak. Kalau ada sisa boleh tambah, jadi uang bekal bisa ditabung,” katanya.
Distribusi juga menyasar 321 penerima manfaat di posyandu, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pengiriman dilakukan dua kali seminggu dengan pendataan langsung bersama kader.
Dengan mesin modern, standar kebersihan ketat, dan pengawasan gizi berlapis, SPPG Sungai Jawi 5 memastikan setiap paket MBG tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman dan memenuhi prinsip gizi seimbang.
