Mempawah Raih Skor Tertinggi Lokasi Sekolah Garuda: Akselerasi Pendidikan STEM di Kalbar Dimulai
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie bersama Bupati Mempawah, Erlina saat meninjau calon lokasi Sekolah Garuda di Dusun Monton Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat pada Rabu 10 Oktober 2025/Dok. Istimewa
KATAKALBAR — Kabupaten Mempawah kini berada di garda terdepan dalam menyambut hadirnya Sekolah Garuda, sebuah lembaga pendidikan unggulan berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) yang menjadi prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini menyusul kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, ke Mempawah pada Rabu (10/9/2025), yang secara langsung didampingi oleh Bupati Mempawah, Erlina, dalam peninjauan tiga calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda.
Dari tiga lokasi yang diajukan, lahan seluas 24 hektare di Jalan Pangsuma, Desa Antibar, dinilai paling siap dan meraih skor tertinggi berdasarkan penilaian Kementerian Dikti Saintek. Beberapa faktor penentu meliputi status legalitas lahan yang aman, tersedianya sarana pendukung, serta aksesibilitas lokasi yang baik.
“Dengan kesiapan lahan, infrastruktur memadai, dan semangat masyarakat yang tinggi, Mempawah siap mendukung penuh pembangunan Sekolah Garuda. Ini sejalan dengan visi daerah: maju dengan ilmu,” ujar Bupati Mempawah, Erlina.
Mempawah Diambang Lompatan Pendidikan
Capaian skor tertinggi Mempawah bukan hanya soal kesiapan fisik lahan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia. Jika terpilih, Sekolah Garuda di Mempawah akan menjadi salah satu dari 20 sekolah unggulan nasional yang ditargetkan berdiri hingga 2029, sebagai bagian dari program strategis Presiden Prabowo untuk mempercepat akses pendidikan unggul di bidang STEM.
Wamen Stella Christie menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama Sekolah Garuda telah dimulai di empat titik yakni NTT, Belitung Utara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Utara dan akan rampung pada Juni 2026. Mempawah kini masuk radar prioritas untuk fase pembangunan berikutnya.
“Sekolah Garuda bukan hanya membangun gedung, tapi membangun ekosistem belajar yang mampu mencetak generasi unggul sains dan teknologi dari daerah,” tegas Stella.
Dukungan Kolektif, Harapan Kolektif
Bupati Erlina pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat, akademisi, dan pelaku dunia usaha di Mempawah untuk bersinergi dalam mendukung pembangunan Sekolah Garuda. Menurutnya, pendidikan unggulan bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan hak strategis generasi muda untuk bersaing dalam era digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.
“Mari kita dukung bersama, agar generasi muda Mempawah dan Kalimantan Barat mendapatkan akses pendidikan terbaik, setara dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Jika pembangunan Sekolah Garuda di Mempawah terwujud, maka Kalimantan Barat akan menorehkan langkah besar dalam revolusi pendidikan regional, menjadikan Mempawah sebagai model kolaborasi pusat-daerah dalam investasi jangka panjang pada kualitas manusia.
