April 2, 2026

Ngabuburit Penuh Makna, Relawan Gen Z Pontianak Buat Papan Nama Braille Bersama Sahabat Netra

0
WhatsApp Image 2026-03-13 at 16.55.32

KATAKALBAR — Ramadan menjadi momen yang dimanfaatkan Relawan Gen Z Pontianak untuk menebar kepedulian sosial.

Melalui kegiatan fun activity yang digelar bersama teman-teman tunanetra dari LPAI Sahabat Netra Ar-Rahmah, para relawan mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan kreatif dan edukatif.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membuat papan nama kamar yang dilengkapi tulisan alfabet serta huruf braille. Papan nama itu nantinya akan ditempel di depan kamar sebagai penanda bagi para penghuni.

Meski terlihat sederhana, proses pembuatannya berlangsung penuh keceriaan. Para relawan dan teman-teman tunanetra bekerja sama menghias papan nama dengan berbagai dekorasi. Beberapa relawan bahkan tampak serius mencoba memahami bentuk huruf braille yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari.

Ketua Relawan Muda Pontianak, Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang agar para relawan dapat belajar secara langsung mengenai huruf braille sekaligus membantu kebutuhan teman-teman tunanetra.

“Kita hari ini membuat papan nama untuk kamar, nantinya ditempel didepan kamar, dengan huruf alfabet, ada juga huruf braille nah nanti dihias-hias gitu,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mempererat interaksi antara relawan dengan teman-teman tunanetra. Selain itu, para relawan juga mendapatkan pengalaman baru yang jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

“Nah kegiatan ini sekaligus juga diharapkan dapat menjadi media belajar teman-teman volunteer untuk belajar bahasa braille, jadi sekalian kita bantu adik-adik bikin papan nama, sekalian juga kita belajar,” tambahnya.

Antusiasme para relawan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu relawan, Cinta, mengaku telah lama ingin terlibat dalam kegiatan sosial yang melibatkan anak-anak tunanetra.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga karena ia bisa berinteraksi langsung sekaligus belajar dari mereka.

“Saya itu memang tertarik dengan kegiatan-kegiatan volunteer, selain itu saya juga pengen banget berinteraksi langsung sama anak-anak tunanetra, nah kebetulan dari komunitas warm mengadakan ini jadi saya langsung ikut, biar bisa belajar langsung dari mereka,” katanya.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan ditutup dengan makan bersama. Suasana hangat terasa ketika para relawan dan teman-teman tunanetra duduk bersama menikmati hidangan berbuka.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana generasi muda dapat memaknai Ramadan dengan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *