April 2, 2026

Norsan Tegaskan Dukungan untuk Santri dan Pesantren di Kalbar

0
WhatsApp Image 2025-10-22 at 15.44.35

KATAKALBAR – Dalam momen peringatan Hari Santri Nasional, Rabu, 22 Oktober 2025, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memberdayakan pondok pesantren dan para santri sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga siap mengabdi untuk kemajuan masyarakat.

“Pesantren adalah pilar penting pembentukan karakter bangsa. Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan agar lahir masyarakat yang agamis, cerdas, dan berakhlak,” ujarnya.

Sinergi dengan Pesantren untuk Bangun Daerah

Norsan menyampaikan bahwa Pemprov Kalbar akan terus menjalin kerja sama erat dengan kalangan pesantren dan tokoh agama. Ia menilai, sinergi ini penting untuk mendorong keterlibatan santri dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk ekonomi dan sosial.

“Kita mulai dari pondok pesantren. Kegiatan dan program keagamaan akan terus dinaungi oleh bidang kesejahteraan rakyat (Kesra). Tujuannya agar pemerintah dan pesantren di Kalbar berjalan beriringan,” katanya.

Bantuan Nyata dan Akses Pendidikan Layak

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pemerintah provinsi berupaya memberikan dukungan konkret kepada pesantren, salah satunya lewat program bantuan sosial yang disesuaikan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami akan dorong agar bantuan untuk pondok pesantren bisa disalurkan sesuai peraturan yang ada. Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk memastikan santri di Kalbar tumbuh menjadi generasi unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Norsan juga menyampaikan harapannya agar pesantren terus berkembang menjadi pusat pembinaan yang modern namun tetap berbasis nilai keislaman yang kuat.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Santri sebagai momentum memperkuat peran santri dalam pembangunan.

“Santri bukan hanya simbol religiusitas, tapi juga motor penggerak pembangunan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *