April 2, 2026

Pemerintah Kalbar Tegaskan Kegiatan Keagamaan Harus Kondusif

0
WhatsApp Image 2025-12-08 at 23.54.54

KATAKALBAR – Polemik rencana kedatangan ulama KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafik ke Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar adanya pihak-pihak yang menolak kehadirannya. Meski demikian, pemerintah dan aparat keamanan menegaskan bahwa Kalbar tetap terbuka bagi siapa pun selama kegiatan berlangsung secara sejuk dan tidak menimbulkan ketegangan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menuturkan bahwa provinsi tersebut tidak membatasi kedatangan tokoh agama, selama tidak ada upaya menarik kegiatan ke ranah politik yang dapat memicu gangguan keamanan.

“Kita terbuka untuk siapapun datang di Kalbar memberikan kesejukan, tidak ada larangan. Cuma permasalahannya jangan sampai beliau menyampaikan tentang keagamaan yang dipolitisir sehingga menimbulkan situasi keamanan tidak kondusif,” ujar Ria Norsan.

Ia menambahkan bahwa proses mediasi telah dilakukan oleh pihak terkait.

“Insyaallah tidak ada masalah, kemarin juga sudah dimediasi,” tambah Norsan.

Di sisi lain, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, menyampaikan bahwa kepolisian berfokus pada aspek keamanan dalam setiap bentuk kegiatan masyarakat.

“Kalau Polda, setiap kegiatan apapun harus direncanakan dengan baik, berdasarkan situasi Kamtibmas. Kalau kami menilai berdampak pada keamanan, maka kami akan memberikan saran dan pendapat apakah kegiatan itu bisa atau tidak dilanjutkan,” jelas Pipit.

Ia memastikan bahwa langkah kepolisian murni didasarkan pada penilaian keamanan.

“Ini murni pertimbangan keamanan. Pasti ada histori kenapa terjadi pro dan kontra itu, dan semua pihak juga menyadari persoalan tersebut,” tegasnya.

Untuk meredam ketegangan, forkopimda di Kota Pontianak telah menjalin komunikasi dengan panitia kegiatan serta tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif menjelang rencana kedatangan Gus Muwafik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *