April 2, 2026

Pemprov Kalbar Percepat Pasokan BBM ke Wilayah Hulu, Gubernur Koordinasi Intensif dengan Pertamina

0
WhatsApp Image 2025-12-09 at 01.39.06

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) kembali normal di sejumlah wilayah perhuluan yang sebelumnya mengalami kelangkaan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan PT Pertamina (Persero) guna mempercepat pemulihan distribusi. Langkah ini diambil menyusul keluhan masyarakat akibat tersendatnya pasokan dan melonjaknya harga BBM di tingkat eceran.

Menurut Norsan, kendala utama distribusi terjadi akibat surutnya permukaan air sungai yang menjadi jalur utama pengangkutan BBM ke wilayah hulu.

“Di Kabupaten Sanggau, ponton besar tidak bisa merapat karena air surut dan di tengah sungai ada pasir. Ini yang menyebabkan distribusi tersendat,” jelasnya, Senin (23/2/2026).

Akibat hambatan tersebut, distribusi sempat terganggu dan harga BBM di beberapa titik dilaporkan melonjak hingga Rp50 ribu per liter.

Sebagai bentuk respons cepat, Gubernur telah meminta Pertamina mengambil langkah konkret agar distribusi tidak berlarut-larut. Ia menekankan bahwa ketersediaan energi merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada jalur sungai.

Upaya percepatan mulai menunjukkan hasil. Dua ponton besar dilaporkan berhasil masuk untuk melakukan bongkar muat, sehingga pasokan kembali bergerak ke daerah terdampak.

“Alhamdulillah sudah ada dua ponton yang masuk. Distribusi dilanjutkan lewat mobil tangki agar pasokan cepat sampai ke masyarakat,” katanya.

Setelah proses bongkar muat, distribusi diteruskan menggunakan mobil tangki guna memastikan BBM segera sampai ke titik-titik pelayanan dan masyarakat.

Gubernur optimistis kondisi distribusi akan kembali stabil dalam waktu dekat. Ia menargetkan pasokan dan harga BBM dapat kembali normal pada pekan depan.

Pemprov Kalbar, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan memperkuat koordinasi lintas pihak agar distribusi energi tetap lancar, terutama saat terjadi pendangkalan sungai yang berpotensi menghambat jalur logistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *