Pemprov Kalbar Perkuat Program Imunisasi demi Generasi Sehat
KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan upaya perlindungan masyarakat dari ancaman penyakit menular dengan menggiatkan program imunisasi. Namun, tantangan saat ini bukan hanya soal distribusi vaksin, melainkan juga perang melawan hoaks yang meracuni opini publik.
Dalam acara Perencanaan Penguatan Program Imunisasi Strategis yang digelar di Hotel Dangau, Gubernur Kalbar Ria Norsan menyoroti fakta bahwa turunnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah bukan semata karena keterbatasan logistik, tetapi karena maraknya informasi keliru yang beredar di media sosial.
“Banyak anak belum mendapatkan imunisasi dasar, dan penyebabnya bukan karena tidak ada vaksin. Melainkan karena orang tuanya terpengaruh berita bohong—yang menyebut vaksin berbahaya,” ujar Norsan.
Salah satu misinformasi yang cukup meresahkan adalah isu bahwa vaksin polio dapat menyebabkan kelumpuhan, padahal justru vaksin itu diperlukan untuk mencegah penyakit tersebut.
“Kalau kita biarkan, generasi mendatang bisa menjadi korban dari ketidakbenaran yang tersebar masif,” tambahnya.
Stunting dan Imunisasi: Dua Ancaman, Satu Solusi
Tak hanya membahas imunisasi, Gubernur Norsan juga menyinggung masalah stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kalbar. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan bayi sejak dini untuk mencegah gangguan pertumbuhan.
“Kita harus mulai dari hulu. Gizi ibu selama kehamilan menentukan masa depan anak. Ditambah imunisasi yang lengkap, ini menjadi bekal awal untuk anak tumbuh sehat dan kuat,” jelasnya.
Menurut Norsan, masalah stunting dan penyakit menular adalah dua sisi dari tantangan kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara terpadu.
Kolaborasi Lawan Disinformasi
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi juga mengajak semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga media, untuk bersinergi dalam menyampaikan informasi yang benar tentang imunisasi.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Ini soal edukasi, soal membangun kesadaran publik. Jika informasi yang benar tidak dilawan dengan narasi yang kuat, maka hoaks akan terus menang,” tegas Gubernur.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi berbasis komunitas dan pendekatan kultural agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik di semua lapisan masyarakat.
Imunisasi Sebagai Benteng Kesehatan
Program imunisasi bukan sekadar rutinitas medis. Di mata Pemprov Kalbar, ini adalah bagian dari strategi jangka panjang membangun sistem kesehatan yang kokoh dan tahan terhadap wabah.
“Imunisasi adalah investasi. Semakin tinggi cakupannya, semakin kecil risiko mewabahnya penyakit. Ini adalah pertaruhan besar untuk masa depan Kalbar,” pungkas Norsan.
Dengan semangat gotong royong dan literasi kesehatan yang diperkuat, Kalimantan Barat menegaskan komitmennya: tak hanya melindungi anak-anak dari virus, tapi juga dari kesesatan informasi yang bisa membahayakan hidup mereka
