April 2, 2026

Pemprov Kalbar Revitalisasi Taman Budaya, Target Mulai 2026

0
WhatsApp Image 2025-06-08 at 14.16.23

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor seni dan budaya dengan merencanakan revitalisasi Taman Budaya Kalbar pada tahun 2026 mendatang. Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali ekosistem seni yang selama ini mengalami stagnasi, sekaligus menyediakan ruang representatif bagi para seniman lokal.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat meninjau langsung kondisi Taman Budaya di Kota Pontianak pada Senin (19/5), menyatakan bahwa revitalisasi ini ditujukan agar taman budaya dapat menjadi titik temu bagi pelaku seni dari berbagai disiplin.

“Kita ingin taman budaya ini menjadi rumah bagi para seniman dan budayawan, tempat mereka bisa menampilkan karya dan berinteraksi dengan masyarakat. Ini akan menjadi wadah ekspresi sekaligus pelestarian budaya Kalbar,” ujarnya.

Revitalisasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan alokasi anggaran dan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan. Menurut Norsan, pemerintah optimis proyek ini bisa dimulai pada tahun 2026, dengan harapan mampu menghidupkan kembali aktivitas seni secara berkelanjutan.

“Insyaallah, pembangunan taman budaya akan kita mulai 2026. Kami berharap setelah diperbaiki, tempat ini menjadi pusat kegiatan seni yang aktif dan mendorong regenerasi seniman muda,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar renovasi fisik, revitalisasi ini disebut sebagai langkah strategis dalam penguatan identitas budaya Kalimantan Barat, di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Sebagai fasilitas yang selama ini digunakan untuk pertunjukan, pameran, dan kegiatan komunitas, Taman Budaya Kalbar dipandang memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman budaya di Pontianak dan sekitarnya. Pemerintah berharap pembaruan fasilitas ini akan mendorong kreativitas dan membuka lebih banyak ruang berkarya bagi pelaku seni daerah.

“Kami ingin memberikan tempat yang layak dan memadai untuk para seniman. Ini adalah bagian dari upaya kita memperkuat budaya lokal dan memberi panggung yang lebih besar bagi kreativitas masyarakat,” tutup Gubernur Norsan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *