Plt Kadisdikbud Kalbar Ajak Masyarakat Lestarikan Corak Insang
KATAKALBAR – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, S.STP., M.M, mendorong masyarakat untuk terus mempromosikan dan melestarikan Corak Insang, motif khas Melayu Kalimantan Barat yang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.
Menurut Sy. Faisal, Corak Insang bukan sekadar motif pada kain, melainkan warisan budaya yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan jati diri masyarakat Melayu di tepian Sungai Kapuas.
“Corak insang merupakan jejak budaya Melayu yang menyatukan Kalimantan Barat. Bukan sekadar motif kain, ia adalah napas kehidupan, jejak sungai, tangan pengrajin, dan warisan budaya yang harus kita jaga,” ujarnya.
Motif ini terinspirasi dari bentuk insang ikan, yang melambangkan napas, sumber kehidupan, dan keberlangsungan hidup masyarakat sungai. Dahulu digunakan oleh kalangan bangsawan Melayu, kini Corak Insang telah menjadi identitas budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh generasi.
“Corak insang lahir dari kearifan masyarakat Melayu di tepian Sungai Kapuas. Pola garis yang berulang tidak hanya menjadi estetika, tetapi melambangkan ketekunan, keteraturan, serta kesinambungan hidup,” tambahnya.
Plt Kadisdikbud menekankan bahwa kekuatan budaya terletak pada kemampuannya untuk terus hidup dan berkembang seiring waktu.
“Tradisi bukan sekadar masa lalu, tetapi denyut kehidupan yang masih terasa hari ini. Dari tangan pengrajin lokal, Corak Insang terus tumbuh dan menjadi kebanggaan Kalimantan Barat,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan motif ini sebagai ikon yang memperkuat identitas daerah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi para pengrajin tekstil lokal.
“Mari kita promosikan dan lestarikan Corak Insang, agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Ini adalah warisan berharga yang layak kita jaga dan banggakan,” tutupnya.
