April 2, 2026

Pontianak Dorong Kopi Lokal: Anomali Coffee Jadi Pemantik Rantai Pasok Kalbar

0
anomali coffee

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat Take Over Bar di Grand Opening Anomali Coffee and Kitchen di Jalan Mujahidin Nomor 4, Pontianak, Jumat 12 September 2025/Dok. Istimewa

KATAKALBAR — Di tengah tingginya konsumsi kopi masyarakat urban, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerukan pentingnya kedaulatan kopi lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah dan kesejahteraan petani Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikan Edi saat menghadiri pembukaan Anomali Coffee & Kitchen, outlet ke-17 sekaligus terbesar di Indonesia, yang resmi dibuka di Jalan Mujahidin, Pontianak, Jumat (12/9/2025).

Menurutnya, kebutuhan kopi harian di Kota Pontianak yang mencapai 400–500 kilogram per hari masih belum sepenuhnya dipenuhi oleh pasokan lokal. Sebagian besar masih bergantung pada daerah luar Kalbar.

“Potensi kopi di Kalbar sangat besar. Beberapa jenis kopi seperti Liberica, Robica, dan Robusta cocok tumbuh di wilayah ini. Ini peluang ekonomi bagi petani kita,” ujar Edi.

Mengubah Konsumsi Menjadi Produksi

Edi menyebut bahwa peningkatan permintaan kopi, khususnya di kota-kota besar seperti Pontianak, harus diimbangi dengan produksi lokal yang berkelanjutan. Pemerintah Kota pun berkomitmen untuk mendorong petani memperluas lahan, meningkatkan kualitas produksi, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas petani.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita tidak hanya menumbuhkan sektor pertanian, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan menumbuhkan industri kopi lokal dari hulu ke hilir,” tambahnya.

Kehadiran Anomali Coffee pun dinilai sebagai pengungkit strategis untuk membangun ekosistem kopi berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Anomali Coffee: Bukan Sekadar Kedai, Tapi Gerakan Kopi Nusantara

Peresmian outlet ke-17 Anomali Coffee tidak hanya menjadi peristiwa bisnis biasa. Gerai ini membawa semangat penguatan rantai pasok kopi Nusantara, dengan menghadirkan berbagai varian kopi khas Indonesia, termasuk dari Kalimantan.

Chief of Business & Market Strategist Anomali Coffee, Nikki Fadlin, menegaskan bahwa kehadiran outlet ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang Anomali dalam mendukung petani kopi lokal dan memperluas jangkauan kopi Indonesia ke pasar global.

“Bagi kami, kopi adalah cerita tentang tanah, petani, dan budaya. Kami ingin masyarakat Pontianak tak hanya menikmati kopi berkualitas, tapi juga memahami asal-usulnya,” ujar Nikki.

Dalam grand opening ini, Anomali juga memperkenalkan “Pontianak Signature Series”, yang menampilkan inovasi menu seperti Raspberry Feez Americano, Tropical Americano, dan Bloomin’ Ice Coffee—menggabungkan cita rasa lokal dengan gaya global.

Pontianak dalam Peta Kopi Dunia

Keberhasilan Anomali Coffee menembus peringkat ke-78 dalam daftar The World’s 100 Best Coffee Shops tahun 2025 menjadi bukti bahwa kopi lokal Indonesia, jika dikelola serius, memiliki daya saing global.

Sejak berdiri pada 2007, Anomali telah bermitra dengan petani kopi di berbagai daerah, dari Aceh hingga Flores dan kini semakin memperkuat jaringan kemitraan di Kalimantan.

“Inilah momentum untuk menjadikan Kalbar tidak hanya sebagai konsumen kopi, tapi juga produsen unggul yang disegani,” tutup Edi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *