Ria Norsan Hidupkan Tradisi Saprahan dalam Open House Lebaran
KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadirkan nuansa budaya khas dalam perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui tradisi makan saprahan pada kegiatan open house di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.
Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian silaturahmi Lebaran yang mempertemukan pemerintah daerah dengan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
“Makan Saprahan ini merupakan tradisi khas Melayu yang menjadi agenda utama dalam silaturahim Lebaran bersama masyarakat, sekaligus simbol pelestarian kearifan lokal di tengah arus modernisasi,” kata Ria Norsan di Pontianak, Senin.
Dalam pelaksanaannya, Ria Norsan bersama keluarga tampak membaur dengan pejabat, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat tanpa sekat. Mereka duduk bersila di atas lantai beralaskan kain seprah dan menikmati hidangan secara bersama-sama, dengan satu kelompok terdiri dari enam orang.
“Makan Saprahan ini adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat di mana tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, semua duduk bersama menikmati berkah yang sama. Di hari yang fitri ini, kita kembali mempererat persaudaraan dan saling menghargai,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Makan Saprahan mengajarkan adab, kebersamaan, dan gotong royong. Jika semangat ini kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan harmonis,” katanya.
Berbagai hidangan khas turut disajikan dalam tradisi ini, seperti pacri nanas, ketupat patlau, rendang daging, opor ayam, hingga sayur dalca yang dinikmati bersama para tamu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Selain menggelar tradisi saprahan, Gubernur juga membuka open house selama dua hari yang dapat dihadiri masyarakat umum tanpa undangan khusus. Momentum ini dimanfaatkan warga untuk bersilaturahmi, bersalaman, hingga berfoto bersama dalam suasana Lebaran yang hangat dan penuh kekeluargaan.
