Ria Norsan Tekankan Persatuan Saat Rakor DAD Kalbar
KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya persatuan dan penyelesaian persoalan melalui musyawarah saat menutup Rapat Koordinasi Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar Tahun 2025 di Hotel Kini Pontianak, Sabtu (6/12/2025).
Dalam suasana Rakor yang berlangsung hangat, Norsan menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat yang terdiri dari tiga suku besar, yakni Melayu, Dayak, dan Tionghoa, serta 24 paguyuban etnis lainnya.
“Intinya bagaimana kita bersatu untuk membangun Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” serunya.
Ia mengingatkan bahwa Kalimantan Barat memiliki pengalaman sejarah yang cukup rentan terhadap konflik, sehingga setiap persoalan seharusnya diselesaikan dengan dialog dan kesepakatan bersama.
“Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat,” katanya.
Gubernur juga menekankan agar persoalan-persoalan yang bersifat internal dapat dibicarakan secara baik tanpa harus langsung dipublikasikan di media sosial, karena justru dapat memperbesar persoalan dan memicu kesalahpahaman.
Pesan persatuan tersebut menjadi penekanan utama gubernur sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat.
