Februari 1, 2026

RSUD Soedarso Perkuat Layanan dan Fasilitas, jadi Andalan Pelayanan Kesehatan Kalbar

0
WhatsApp Image 2026-01-29 at 13.42.34

KATAKALBAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat melalui peningkatan fasilitas, penambahan tempat tidur, serta pengembangan layanan kesehatan spesialis.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan dan kunjungan pasien sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai, RSUD Soedarso menjadi salah satu pilar penting dalam pelayanan kesehatan daerah. Menurutnya, kualitas layanan rumah sakit di Kalbar, khususnya RSUD Soedarso, saat ini sudah cukup baik dan mampu melayani masyarakat secara optimal.

“Kita harapkan seperti itu ya, jadi pelayanan kita kemudian kualitas kesehatan di Kalbar ini dengan adanya banyak rumah sakit sehingga bisa kita memberikan pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat pun terlayani dengan baik di bidang kesehatan. Harapan kita masyarakat bisa banyak pilihan nanti, mau rumah sakit swasta, rumah sakit daerah, jadi tidak terpaku pada satu pilihan. Kita kan sudah banyak rumah sakit di Kalimantan Barat, khususnya di kota Pontianak,” ujar Ria Norsan.

Ia mengakui masih terdapat beberapa peralatan medis yang belum tersedia secara lengkap. Namun secara umum, RSUD Soedarso dinilai telah memiliki kemampuan pelayanan yang memadai untuk masyarakat Kalimantan Barat.

“Jadi sebenarnya kualitas rumah sakit kita juga sudah bagus, pelayanan kita juga sudah bagus ya, namun ada beberapa alat yang kita belum punya, tapi kalau dari sisi ini sudah cukup sih untuk melayani masyarakat Kalimantan Barat ini,” katanya.

Ria Norsan juga mencontohkan sejumlah layanan unggulan yang telah tersedia di RSUD Soedarso, seperti pemasangan ring jantung tanpa bypass serta layanan kesehatan mata dengan dukungan dokter spesialis.

“Contoh misalnya untuk pasang ring yang jantung, kita sudah ada pelayanan untuk pasang ring dengan tanpa bypass, kemudian juga mata, mata kita juga ada juga dokter spesialis mata, jadi hampir seluruh dokter yang spesialis ada,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan penguatan pelayanan dilakukan melalui pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang dirancang sesuai ketentuan jaminan kesehatan nasional.

“Gedung kelas rawat INAP standar ini sebenarnya standar yang memenuhi untuk peserta jaminan kesehatan. Ini sebenarnya non-kelas, nanti BPJS itu sebenarnya nanti akan non-kelas ya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem non-kelas tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan pengaturan jumlah tempat tidur yang lebih ideal di setiap kamar.

“Jadi non-kelas itu yang standar ini semua peserta BPJS. Tapi terakhir memang akan ada yang dua kelas. Jadi yang non-kelas ini, yang ini yang 4 tempat tidur,” katanya.

Selain peningkatan standar ruang rawat inap, RSUD Soedarso juga menambah kapasitas tempat tidur. Pada 2024, rumah sakit ini memiliki 674 tempat tidur dan meningkat menjadi 684 unit pada 2025. Menjelang akhir 2025, jumlah tersebut kembali bertambah hingga sekitar 704 tempat tidur untuk rawat inap dan tindakan medis.

Pengembangan layanan juga terus dilakukan, antara lain optimalisasi layanan kanker radioterapi, penguatan unit stroke terpadu, serta pengoperasian fasilitas MRI 1,5 tesla bantuan Kementerian Kesehatan. Seluruh upaya ini ditujukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Dengan penguatan fasilitas dan layanan tersebut, RSUD Soedarso diharapkan semakin mantap menjadi rumah sakit rujukan utama dan pilihan masyarakat Kalbar, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *