Sekda Ungkap Potensi 10 Ribu UMKM di Kalbar, Butuh Akses Modal Cepat
KATAKALBAR – Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat dinilai sangat besar dan perlu didukung dengan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.
Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menyebut jumlah pelaku UMKM di daerah ini bisa mencapai puluhan ribu dan sebagian besar masih bergerak dalam skala kecil.
“Jumlahnya bisa mencapai sekitar 10 ribu, bahkan mungkin lebih. Ini potensi besar yang harus didukung dengan akses pembiayaan yang lebih mudah,” ujarnya di Pontianak, baru-baru ini.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap sektor UMKM semakin meningkat, termasuk melalui kunjungan menteri ke sejumlah daerah seperti Singkawang dan Pontianak.
Namun, ia menilai dukungan pembiayaan tidak hanya soal bunga rendah, tetapi juga kecepatan layanan yang harus mampu menjangkau kebutuhan masyarakat.
“Selama ini keunggulan rentenir ada pada kecepatan pencairan. Dalam hitungan menit atau jam, dana bisa langsung diterima. Ini yang harus bisa ditandingi oleh perbankan,” katanya.
Harisson menambahkan, kebijakan penurunan suku bunga kredit yang diarahkan pemerintah menjadi peluang bagi perbankan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
“Bank harus bisa mengalahkan rentenir dalam hal kecepatan layanan kredit kepada masyarakat,” tegas Harisson.
Dengan dukungan tersebut, diharapkan pelaku UMKM dapat berkembang lebih mandiri tanpa harus bergantung pada pinjaman informal yang berisiko tinggi.
