April 2, 2026

Tim MIF Poltesa Eksplorasi Potensi Kopi Liberika di Desa Sempadian, Kabupaten Sambas

0
WhatsApp Image 2025-09-19 at 14.53.00

Tim Peneliti MIF Poltesa Bersama Anggota UMKM Creative Women Desa Sempadian dalam Observasi Kebun Kopi Liberika

KATAKALBAR – Kopi liberika, salah satu komoditas khas Kabupaten Sambas, kembali menjadi fokus pengembangan. Tim peneliti dari Program Studi Manajemen Informatika (MIF) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) melakukan penelitian lapangan di Desa Sempadian, Kecamatan Tekarang, untuk menggali potensi kopi liberika sekaligus memperkuat kontribusi Poltesa Liberica Research Center dalam pengembangan komoditas unggulan daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 September 2025 ini dipimpin oleh Narti Prihartini, S.T., M.T., bersama anggota tim Milda Surgani Firdania, S.T., M.T. dan Fiqih Akbari, S.Kom., M.Kom.. Tidak hanya melibatkan dosen, penelitian ini juga menggandeng mahasiswa dan alumni dari Program Studi Teknik Multimedia yang berperan dalam dokumentasi serta pengembangan gagasan dari sisi digital dan multimedia.

Menelusuri Perkebunan dan Berdialog dengan Masyarakat

Penelitian diawali dengan observasi langsung ke kebun kopi liberika milik masyarakat. Tim melakukan peninjauan menyeluruh mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. Hasil temuan di lapangan menjadi dasar untuk mengidentifikasi tantangan serta merumuskan strategi pengembangan kopi liberika ke depan.

Tim peneliti juga mengadakan diskusi intensif bersama warga, termasuk pelaku UMKM lokal seperti Ibu Dini, Ketua UMKM Creative Women Desa Sempadian. Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai isu penting seperti kualitas biji kopi, pengolahan pascapanen, strategi pemasaran, hingga inovasi produk turunan berbasis kopi liberika.

“Kehadiran tim dari Poltesa sangat kami apresiasi. Ini memberi semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan kopi liberika agar bisa lebih dikenal secara luas,” ujar Ibu Dini.

Tim Peneliti MIF Poltesa Bersama Anggota UMKM Creative Women Desa Sempadian menuju Kebun Kopi Liberika/Dok. Tim Penelitian MIF Poltesa

Kopi Liberika, Identitas Daerah yang Harus Dijaga

Sebagai salah satu jenis kopi langka yang hanya tumbuh di wilayah tertentu, kopi liberika memiliki aroma khas dan cita rasa unik yang menjadi daya tarik tersendiri. Kabupaten Sambas, dengan potensi alamnya, menyimpan peluang besar untuk menjadikan kopi ini sebagai identitas unggulan daerah.

Namun demikian, tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan pengetahuan petani, teknik pengolahan yang belum optimal, hingga minimnya strategi pemasaran berbasis digital. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi menjadi sangat penting dalam memberikan pendekatan ilmiah dan solusi inovatif.

Ketua tim peneliti, Narti Prihartini, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk penelitian, tetapi juga membangun sinergi antara kampus, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Poltesa memiliki komitmen kuat untuk menjadikan kopi liberika sebagai kebanggaan Sambas. Melalui Poltesa Liberica Research Center, kami ingin menghadirkan solusi berbasis riset yang aplikatif bagi petani dan UMKM, serta memperkuat branding kopi liberika ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Kontribusi Poltesa melalui Liberica Research Center

Penelitian di Desa Sempadian menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan Poltesa Liberica Research Center, pusat riset yang fokus pada pengembangan kopi liberika dari berbagai aspek—mulai dari budidaya, teknologi pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan produk inovatif.

Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, pusat riset ini diharapkan mampu menjadikan Poltesa sebagai penggerak utama dalam mendorong kopi liberika Sambas ke panggung global.

Tim Peneliti MIF Poltesa Bersama Anggota UMKM Creative Women Desa Sempadian saat Observasi Kebun Kopi Liberika/Dok. Tim Penelitian MIF Poltesa

Sinergi untuk Masa Depan Kopi Liberika

Respon positif dari masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM, menunjukkan tingginya harapan terhadap keberlanjutan program ini. Ke depan, kolaborasi antara kampus, mahasiswa, alumni, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan, pelatihan, serta penelitian lanjutan.

Melalui sinergi yang kuat, kopi liberika tidak hanya menjadi komoditas lokal, tetapi juga simbol budaya, identitas daerah, dan sumber kesejahteraan masyarakat Sambas.

Luaran dari penelitian ini berupa beberapa konten multimedia yang bertujuan memberikan ekspose potensi kopi liberika di Kabupaten Sambas sehingga diharapkan penelitian ini dapat memberikan dampak bagi perkembangan potensi kopi liberika di Kabupaten Sambas yang terdokumentasikan dalam konten multimedia yang dapat dipantau melalui instagram @plrcpoltesa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *