Februari 20, 2026

Tindakan Cepat Gubernur Norsan saat Insiden Keracunan Program MBG

0
WhatsApp Image 2025-09-29 at 16.00.58

Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat bertemu dengan Kepala BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, di Pendopo Gubernur, Sabtu (27/9/2025)/Dok. Adpim Prov Kalbar

KATAKALBAR – Di tengah pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi harapan baru bagi ribuan siswa di Kalimantan Barat, muncul kabar yang mengejutkan, yakni sejumlah anak mengalami keracunan makanan. Kabar ini datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kubu Raya, Kayong Utara, hingga yang terbaru, dan cukup mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Ketapang.

Hari itu, Sabtu (27/9/2025), suasana di Pendopo Gubernur Kalbar tampak lebih serius dari biasanya. Gubernur Ria Norsan memutuskan untuk tidak tinggal diam. Ia langsung memanggil Kepala BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, dalam sebuah pertemuan tertutup yang digelar untuk membahas insiden yang mencoreng jalannya program unggulan pemerintah pusat itu.

Dalam pertemuan tersebut, Norsan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas apa yang terjadi.

“Kami prihatin, terutama karena masih ada dua anak di Ketapang yang belum bisa pulang dari rumah sakit,” ucapnya.

Gubernur menyoroti beberapa titik kritis dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, ada banyak hal yang perlu dievaluasi, mulai dari kualitas gizi makanan, standar kebersihan, hingga sistem distribusi makanan yang terlalu jauh dan berisiko basi di jalan.

“Jarak tempuh dan waktu pengantaran harus diperhitungkan dengan cermat. Ini bukan hanya soal makanan sampai tepat waktu, tapi juga soal keamanan dan kualitasnya saat diterima anak-anak,” ujarnya.

Tak hanya itu, Norsan juga menekankan pentingnya peran ahli gizi dalam menyusun dan mengawasi menu makanan yang disediakan. Ia mengatakan, jika pihak MBG kesulitan tenaga ahli, pemerintah daerah siap membantu.

Tidak berhenti pada pertemuan hari itu, Norsan berencana menggelar rapat lanjutan dengan seluruh stakeholder dan mitra penyedia MBG di Kalbar keesokan harinya. Tujuannya jelas: memperbaiki proses secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

“Insyaallah besok akan kita lakukan pertemuan dengan seluruh mitra MBG yang ada di Kalbar guna menyatukan persepsi sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih kurang baik dalam pelaksanaan pelayanan terutama menu makanan dan kandungan gizi yang ada dalam MBG itu sendiri,” ucapnya dengan harapan.

Meskipun insiden keracunan ini menjadi tamparan keras bagi program MBG, Gubernur Norsan tidak berniat mundur dari dukungan. Ia mengingatkan bahwa ini adalah program nasional yang menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo melalui program Astacita. Dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, Kalbar tetap berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut.

Kini, perhatian tertuju pada langkah konkret yang akan diambil pasca pertemuan tersebut. Semua mata menanti—tidak hanya soal bagaimana program MBG akan terus berjalan, tetapi bagaimana kepercayaan masyarakat bisa dipulihkan setelah insiden yang nyaris mencederai niat baik itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *