Oktober 30, 2026

100 Hari Kepemimpinan: Menuju Kalbar yang Lebih Inklusif

0
Juni 4

KATAKALBAR – Memasuki 100 hari pertama masa jabatan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, sejumlah inisiatif strategis mulai menunjukkan arah perubahan. Pemerintah Provinsi Kalbar memfokuskan diri pada program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur dan penguatan budaya.

Dalam keterangannya pada Senin, 2 Juni 2025, Gubernur Norsan menegaskan bahwa awal pemerintahannya adalah fase percepatan untuk membangun fondasi pelaksanaan janji kampanye.

“Seratus hari ini bukan puncak, tapi awal dari kerja panjang. Kami memulai dengan program-program yang langsung terasa manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Norsan.

Pendidikan Lebih Merata Lewat Subsidi Siswa Swasta
Salah satu terobosan yang mulai dijalankan adalah pemberian bantuan pendidikan bagi siswa sekolah swasta. Sebanyak Rp100 ribu per bulan diberikan kepada setiap siswa SMA dan SMK swasta, sebagai upaya mengurangi beban biaya pendidikan dan mengurangi kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta.

Langkah ini disambut baik oleh pihak sekolah dan wali murid, mengingat beban biaya pendidikan di sekolah swasta selama ini belum banyak mendapat intervensi kebijakan pemerintah.

Mendorong Konektivitas Udara Internasional
Kalbar juga berupaya mengembalikan status internasional Bandara Supadio di Pontianak. Pemprov telah melayangkan permohonan resmi kepada Kementerian Perhubungan dan DPR RI agar rute penerbangan luar negeri seperti Pontianak–Kuching dan Pontianak–Kuala Lumpur dapat segera dibuka kembali.

Norsan menyebut bahwa maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air menunjukkan minat mendukung rencana ini, yang diharapkan membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata dan ekspor.

Percepatan Infrastruktur Jalan Strategis
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kondisi jalan provinsi dari 40 persen menjadi 80 persen dalam lima tahun. Salah satu fokus jangka pendek adalah perbaikan jalan Kendawangan–Pesaguan di Ketapang sepanjang 65 km, yang kini didanai sepenuhnya oleh APBD menyusul penyesuaian kebijakan nasional.

Ruas jalan ini sebelumnya sempat tertunda penyelesaiannya dan kini kembali diprioritaskan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

Revitalisasi Ruang Budaya Lokal
Tak hanya infrastruktur fisik, perhatian juga diberikan pada infrastruktur budaya. Pemprov memulai tahap awal revitalisasi Taman Budaya Kalimantan Barat sebagai pusat aktivitas seni dan budaya serta sarana kreatif bagi generasi muda. Proyek ini dijadwalkan rampung bertahap hingga 2026 dan diharapkan dapat memperkuat identitas lokal sekaligus mendukung sektor pariwisata berbasis budaya.

Menjawab Ekspektasi, Bukan Sekadar Seremonial
Gubernur Norsan menegaskan bahwa seluruh capaian ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan wujud keseriusan pemerintah provinsi dalam membangun kepercayaan publik.

“Kerja kami tak berhenti di 100 hari ini. Kami ingin Kalbar maju secara menyeluruh dan merata,” ujarnya.

Dengan capaian awal yang mulai tampak, publik kini menanti konsistensi dan kesinambungan dari berbagai program strategis tersebut. Harapan besar diletakkan pada duet kepemimpinan Norsan–Krisantus untuk mengantar Kalbar menjadi provinsi yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *