100 Hari Gubernur Norsan, PMII Apresiasi dan Berikan Tuntutan
KATAKALBAR – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat mengapresiasi capaian awal Pemerintah Provinsi Kalbar di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan. Namun, dalam audiensi yang digelar di Ruang Praja 1 Kantor Gubernur pada Senin, 2 Juni 2025, mereka menegaskan bahwa pujian itu harus disertai dorongan untuk membangun kebijakan yang lebih menyentuh lapisan masyarakat bawah.
Ketua PKC PMII Kalbar, Sukron, menyebut bahwa langkah-langkah awal pemerintahan Norsan, seperti subsidi pendidikan bagi siswa swasta dan perbaikan infrastruktur jalan, merupakan indikasi kerja cepat yang perlu diapresiasi. Meski begitu, PMII menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan dan orientasi kebijakan agar tidak melupakan kelompok rentan.
“Langkah cepat Pak Gubernur patut kami nilai positif, namun substansi program ke depan harus benar-benar terasa di level rakyat kecil. Jangan sampai keberhasilan hanya dinikmati kelompok terbatas,” ujar Sukron.
Mendorong Arah Pembangunan yang Pro-Rakyat
Dalam dialog tersebut, PMII menyampaikan kekhawatiran bahwa tanpa prinsip inklusivitas, program-program unggulan pemerintah bisa terjebak dalam agenda elitis. Mereka mengusulkan agar pemerintah lebih serius meninjau kesenjangan layanan pendidikan swasta, memperkuat akses kesehatan masyarakat, dan menjamin pemerataan infrastruktur di wilayah terpencil.
Sukron juga menyuarakan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam setiap proses perumusan kebijakan. “Pembangunan yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan target fisik, tapi juga harus melibatkan rakyat dalam prosesnya,” katanya.
Gubernur: Mahasiswa Adalah Alarm Demokrasi
Menanggapi masukan itu, Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmennya untuk melibatkan generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia menyebut mahasiswa sebagai bagian penting dari sistem kontrol sosial.
“Mahasiswa bukan oposisi. Mereka adalah mitra pembangunan yang menjaga agar pemerintah tetap pada rel yang benar. Kita butuh kritik yang membangun,” ujar Norsan.
Ia juga mengajak PMII dan elemen pemuda lainnya berkontribusi dalam agenda besar nasional menuju Indonesia Emas 2045, termasuk dengan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang saat ini sedang ditargetkan naik ke posisi 15 besar nasional.
Dialog Tanpa Sekat: Format Baru Relasi Pemerintah dan Pemuda
Audiensi PMII dengan Gubernur Kalbar mencerminkan cara baru berinteraksi antara pemerintah dan generasi muda: bukan sekadar formalitas, melainkan ruang kritik dan diskusi substantif. Sukron menyebut sikap terbuka Norsan sebagai langkah positif dalam membangun pemerintahan yang responsif.
“Demokrasi tak bisa jalan jika suara mahasiswa dibungkam. Kami akan terus mengawal kebijakan agar tidak keluar dari jalur keadilan sosial,” tegasnya.
Harapan untuk Konsistensi
Meski apresiasi disampaikan, PMII tetap menyuarakan harapan agar semangat kerja 100 hari tidak berhenti sebagai simbolisme politik. Mereka mendesak pemerintah daerah menjaga konsistensi dan menjadikan rakyat kecil sebagai orientasi utama.
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa mahasiswa tetap hadir sebagai pengingat dalam sistem demokrasi lokal, dengan komitmen untuk membangun Kalimantan Barat yang adil, partisipatif, dan inklusif.
