Oktober 30, 2026

Gubernur Kalbar Dorong Optimalisasi Wakaf, Hadiri Pelantikan Pengurus BWI se-Kalimantan Barat

0
WhatsApp Image 2025-08-14 at 21.44.09 (1)

KATAKALBAR – Upaya mengoptimalkan potensi wakaf di Kalimantan Barat kembali diperkuat dengan dilantiknya pengurus baru Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalbar masa bakti 2024–2027, serta pengurus BWI kabupaten/kota untuk periode 2025–2028. Acara pelantikan berlangsung secara khidmat di Pendopo Gubernur Kalbar pada Senin (7/7/2025), dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Ketua BWI Pusat, KH Tatang Astaruddin, yang secara simbolis mengesahkan para pengurus baru di hadapan para tamu undangan. Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan harapannya agar jajaran pengurus BWI yang baru dapat membawa semangat baru dalam pengelolaan wakaf di Kalbar.

“Ini bukan hanya jabatan struktural, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalitas. Wakaf bukan sekadar ibadah, tapi juga alat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat,” tegas Norsan.

Gubernur juga menyoroti besarnya potensi wakaf di Kalbar yang hingga kini masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya pendekatan baru yang lebih inovatif dan modern dalam pengelolaan wakaf, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

“Wakaf seharusnya tidak berhenti pada pembangunan masjid atau makam. Dengan konsep wakaf produktif, aset wakaf bisa dikembangkan untuk sektor pendidikan, kesehatan, bahkan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Norsan juga mengisahkan pengalamannya saat meninjau pengelolaan wakaf di Malaysia, di mana aset wakaf berhasil dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan, dan keuntungannya dialirkan kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa mengurangi nilai pokok wakaf.

“Ini bisa menjadi inspirasi bagi kita. Dengan model serupa, kita bisa membantu lebih banyak orang secara berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga membagikan kebijakan pemotongan 2,5 persen gaji ASN di lingkungan Pemprov Kalbar sebagai bentuk sedekah rutin yang mendukung semangat berbagi.

“Kalau kita ikhlas menyisihkan sebagian rezeki, yang tersisa justru lebih berkah. Ini bentuk kecil dari semangat wakaf,” tambahnya.

Sementara itu, KH Tatang Astaruddin dari BWI Pusat mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan wakaf. Ia menekankan bahwa sinergi antarlembaga sangat penting untuk mengembangkan potensi wakaf nasional.

“Pemahaman masyarakat masih terbatas. Wakaf masih dipersempit pada 3M: makam, masjid, dan madrasah. Padahal, wakaf bisa menjadi solusi strategis bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Tatang.

Ia juga menegaskan bahwa BWI akan memprioritaskan peningkatan kapasitas para nazir (pengelola wakaf), kampanye literasi wakaf, serta reformasi tata kelola aset.

Ketua BWI Kalbar yang baru dilantik, Brigjen Pol (Purn) Andi Musa, menyatakan komitmennya untuk menjadikan BWI sebagai lembaga yang mampu mendorong kemajuan wakaf di daerah.

“BWI tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat,” ujarnya. Andi Musa yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kalbar, berharap pengelolaan wakaf ke depan bisa menjadi bagian dari solusi atas tantangan ekonomi umat.

Dengan pelantikan ini, BWI Kalbar diharapkan bisa menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan potensi wakaf secara lebih luas, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *